BTN Rencanakan Pinjaman Bilateral Rp7 Triliun

Penulis: Antara Pada: Selasa, 13 Feb 2018, 15:40 WIB Ekonomi
BTN Rencanakan Pinjaman Bilateral Rp7 Triliun

FOTO ANTARA/Henky Mohari

PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) berencana mengajukan utang bilateral sebesar Rp5 triliun - Rp7 triliun tahun ini untuk mempertebal pendanaan dalam ekspansi bisnis.

Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko di Jakarta, Selasa (13/2), mengatakan pinjaman bilateral itu merupakan bagian dari rencana pendanaan non-konvensional perseroan yang sebesar Rp18 triliun tahun ini.

Emiten bersandi BBTN itu butuh kapasitas pendanaan yang besar, mengingat target bisnis 2018 yang cukup agresif, terlihat dari target pertumbuhan laba yang lebih dari 25% (tahun ke tahun/yoy) dan kredit yang 24% (yoy).

"Pinjaman bilateral sekitar Rp5 triliun-Rp7 triliun tahun ini, kita masih liat untuk waktu dan apakah dari lokal atau luar," ujar dia.

Selain pinjaman bilateral, BTN mengincar pendanaan non-konvensional untuk sekuritisasi aset sebesar Rp2 triliun, obligasi subdebt Rp2 trilun, sertifikat deposito (NCD) Rp7 triliun-Rp9 triliun.

Di luar dana non-konvensional, BTN pada tahun ini mengincar pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 19%-22% dari perolehan 2017 yang sebesar Rp192,9 triliun.

Dari sisi permodalan, BTN berencana untuk menjaga posisi rasio kecukupan modal atau CAR di level 16%-18%.

Di 2017, BTN meraup laba bersih Rp3,02 triliun atau naik 15,5%, dengan pertumbuhan penyaluran kredit naik 21% menjadi Rp164,4 triliun. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More