Dubes Bantu Promosikan Produk RI

Penulis: Erandhi Hutomo Saputra Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 09:30 WIB Ekonomi
Dubes Bantu Promosikan Produk RI

ANTARA

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita bergerak cepat menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk meningkatakan nilai ekspor.

Enggar, demikian dia biasa disapa, meminta bantuan para duta besar Indonesia di negara-negara sahabat untuk mempromosikan berbagai produk asal Indonesia agar target pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 11% bisa tercapai.

Untuk diketahui, target tersebut naik dari sebelumnya sebesar 5%-7%. Revisi itu dilakukan setelah melihat realisasi ekspor pada 2017 yang melonjak 16,2% meski target tahun lalu hanya 5,6%.

“Dari sisi pertumbuhan 2017 dan surplus kita yang tertinggi, tapi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, (ekspor) kita ini rendah. Dengan demikian, kita minta bantuan untuk mempercepat karena diplomasi dan negosiasi itu diperlukan sekali,” ujar Enggar seusai Rapat Kerja (Raker) Kepala Perwakilan RI Kementerian Luar Negeri Tahun 2018 di Gedung Kemenlu, Jakarta, kemarin.

Secara umum, Enggar mengatakan dalam pertemuan dengan para dubes tersebut ia menyampaikan empat hal. Pertama, meminta para dubes untuk membantu menindaklanjuti perjanjian free trade aggreement (FTA) di luar 10 negara yang menjadi target. Kedua, meminta para dubes untuk mengantisipasi isu-isu perdagangan.
“Ketiga, ada hal-hal lain yang diperlukan untuk meningkatkan ekspor kita dan keempat, saya berikan informasi mengenai komoditas apa saja, dari sisi makro bagaimana kinerja ekonomi khususnya di perdagangan,” ungkapnya.

“Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) sendiri sudah menyampaikan bahwa para dubes ini akan bantu sepenuhnya dan saya merasakan sendiri dukungan itu,” ucapnya.


Telah Berubah

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam pertemuan tersebut ia menjelaskan mengenai perkembangan dari industri mengenai investasi, rencana pertumbuhan industri, kawasan industri, dan roadmap industri 4.0.

Saat ini, kata dia, ekspor dari industri pengolahan sudah merupakan yang mayoritas pada ekspor tahun lalu sehingga eks-por Indonesia sudah tidak lagi berbasis komoditas. “Ekspornya sekarang 74% dari industri pengolahan. Jadi kita 74% bukan komoditas lagi, yang 24% batu bara,” ungkapnya.

Untuk itu, ke depan dengan bantuan para dubes diyakini akan semakin meningkatkan peran industri pengolahan khususnya di bidang permesinan dan logam. “Bahkan tadi dari (Dubes) Rusia mengatakan industri permesinan untuk makanan dan minuman juga masuk ke pasar Rusia,” pungkasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus berbenah untuk mengenjot ekspor. Pemerintah Provinsi Maluku menandata-ngani deklarasi bersama membangkitkan ekspor dengan sejumlah pemangku kepentingan, di Ambon, Senin (12/2).

Deklarasi bersama itu menjamin kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan, pengurusan dokumen serta perizinan, melayani ekspor 24 jam sehari dan 7 hari sepekan, menyelenggarakan proses bisnis yang bersih dan bebas dari pungutan liar, serta mendorong kesinambungan ekspor dengan memberikan prioritas pelayanan maupun fasilitas.

Gubernur Said mengapresiasi kinerja dari tim ekspor Maluku, baik melalui Pelabuhan Yos Sudarso maupun Bandara Internasional Pattimura Ambon. (Ant/E-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More