Gagal Umrah, Berharap Uang Pensiun Kembali

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 08:36 WIB Nusantara
Gagal Umrah, Berharap Uang Pensiun Kembali

MI/DWI APRIANI

ANDRIANI, 28, warga Gandus, Kota Palembang, Sumatra Selatan, mengaku sedikit lega saat aparat kepolisian mulai menyidik kasus penipuan dan penggelapan uang biro haji dan umrah Abu Tours.

"Setidaknya lega. Harapannya Abu Tours tepati janjinya. Berangkat umrah atau kembalikan uang kami," bebernya, kemarin.

Beberapa bulan lalu, Andriani mengambil program umrah reguler untuk dia dan orangtuanya dengan biaya Rp22 juta per orang. "Orangtua saya gelisah dengan adanya kasus ini. Padahal, ini uang pensiun mereka yang dikumpulkan untuk berangkat umrah," tuturnya sambil termenung.

Andriani dan kedua orangtuanya termasuk salah 1 dari 16.467 jemaah Abu Tours yang gagal diberangkatkan. Padahal, mereka sudah melunasi kewajiban.

Hingga kemarin, jemaah umrah Abu Tours yang melapor ke Kanwil Kementerian Agama Sumsel terus bertambah. "Sudah ada 47 jemaah yang datang. Kami coba mendatanya karena Abu Tours menolak memberikan daftar manifes jemaah," ungkap Kasubag Informasi dan Hubungan Masyarakat Kanwil Kemenag Sumsel, Saefudin Latief.

Kantor Pusat Abu Tours diketahui berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, mengatakan, hingga hari ini sudah ada 77 jemaah yang melapor karena belum diberangkatkan hampir dua tahun lamanya.

Pendiri Bosowa Grup HM Aksa Mahmud terlihat hadir saat CEO of Abu Tours Hamzah Mamba memberikan keterangan pada Jumat (9/2) lalu. Aksa mengaku kehadirannya itu sebagai bentuk dukungan.

Aksa membantah kabar dirinya telah mengambil alih aset Abu Tours. Aksa juga berdalih tidak memiliki kaitan apa pun dengan Abu Tours, termasuk saat ditanya mengapa jemaah harus menyetor tambahan biaya perjalanan umrah ke rekening Bank Bukopin, tempat Aksa tercatat sebagai pemilik saham. "Itu hanya kebetulan," kata dia. (DW/LN/N-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More