Biadab, Oknum Guru SD di Srengseng Cabuli Muridnya

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Rabu, 14 Feb 2018, 19:10 WIB Megapolitan
Biadab, Oknum Guru SD di Srengseng Cabuli Muridnya

Ilustrasi/metrotvnews.com

SUNGGUH biadab tabiat oknum guru yang satu ini. AM, 41, oknum guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) 04 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, ditetapkan sebagai tersangka, atas kasus pencabulan yang dilakukan ke muridnya sendiri, berinisial AK,12. Selain AK, diduga ada korban lainnya yang masih diselidiki Polres Metro Jakarta Barat.

"Sudah menjadi tersangka. Informasi yang kami dapatkan seperti itu (korban lebih dari satu) masih kami selidiki," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisari Besar Edy Suranta Sitepu

Edy menerangkan, jika pihaknya mendapatkan laporan dari keluarga korban, bila AM terhitung sejak November 2017 telah melakukan aksi cabul ke korban.

Adapun orangtua korban mengetahui anaknya menjadi korban saat orangtua sedang menonton berita pencabulan di televisi bersama korban. Pasalnya, saat menonton berita tersebut korban bertanya kepada orangtuanya tentang penjelasan dari berita yang ditontonnya.

"Pas nonton berita itu anaknya nanya pencabulan itu apa sih. Kemudian dijelasin lah sama orangtuanya apa yang dimaksud tentang pencabulan," ujar Ketua RW 03, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Ahmad Zahwa'n

Ahmad menceritakan betapa terkejutnya orangtua korban ketika sang anak dengan polos mengatakan ternyata pernah mengalami hal yang dimaksud.

"Nah pas dijelasin kayak gitu, anaknya langsung bilang kalau dia juga pernah digituin sama gurunya di sekolah," ujar Ahmad menirukan ucapan orangtua korban.

Ahmad pun langsung mengadukan hal itu kepada pihak sekolah. Mediasi pun sempat dilakukan antara dia, warga dan pihak sekolah.

Namun pada Senin (12/2) yang menjadi jadwal pertemuan antara pelaku dengan warganya yang menjadi korban, AM malah tidak datang.

"Pada Senin si guru itu pulang duluan pas pukul 09.00 wib katanya mau jenguk anaknya yang lagi dirawat," kata Ahmad.

Warga yang didominasi ibu-ibu itu pun kesal dengan sikap AM. Akhirnya warga pun sampai menggeruduk sekolah untuk mencari keberadaan AM meskipun tak menemukannya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah II Kota Jakarta Barat, DR Uripasih, mengatakan dari keterangan Kepala Sekolah jika aksi cabul AM dilakukan di jam-jam murid istirahat yaitu di musola sekolah.

"Dari keterangan kepala sekolah, guru tersebut melakukan hal itu di dalam musola sekolah. Ketika jam istirahat, ataupun saat suasana sepi, muridnya dipanggil kemudian guru itu meminta dipijit kakinya, lalu dilakukan hal seperti itu. Dipeluk, dan sebagainya," ujarnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More