Neraca Perdagangan Maret 2018 Diprediksi Defisit US$200 Juta

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Senin, 16 Apr 2018, 08:57 WIB Ekonomi
Neraca Perdagangan Maret 2018 Diprediksi Defisit US$200 Juta

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Petugas memantau aktivitas bongkar muat di JICT, Tanjung Priok, Jakarta

NERACA perdagangan Indonesia pada Maret 2018 diprediksi mengalami defisit sekitar US$200 juta. Dengan laju ekspor terkontraksi 2,1% (year on year/yoy) dan laju impor yang tumbuh 9,7% (yoy).

"Kinerja ekspor pada Maret diperkirakan melambat karena adanya tren penurunan beberapa komoditas ekspor Indonesia selama Maret. Seperti minyak kelapa sawit atau CPO (-2,1% month to month/MoM), batubara (-5,4% MoM) dan karet alam (-2,2% MoM)," ujar ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Media Indonesia, Senin (16/4).

Lebih lanjut dia mengemukakan penyebab menurunnya kinerja ekspor ialah karena adanya penurunan aktibitas manufaktur dari sejumlah mitra dagang utama Indonesia, meliputi Tiongkok, Jepang, India, Eropa dan negara-negara kawasan ASEAN.

Penurunan aktivitas manufaktur di sebagian besar mitra dagang juga ditunjukkan dengan turunnya pertumbuhan Baltic Dry Index.

"Sementara itu impor masih tumbuh solid meski laju impor menurun dari 2 bulan sebelumnya. Hal itu seiring penurunan aktivitas manufaktur Indonesia, namun masih akan didominasi oleh impor barang modal terkait dengan kegiatan investasi," imbuh Josua.

Dengan begitu, sambung dia, kinerja neraca perdagangan secara kumulatif pada kuartal I 2018 diperkirakan terjadi defisit sekitar US$1,1 miliar. Atau lebih rendah dibandingkan kuartal I 2017 yang mencatatakan surplus US$4,1 miliar, berikut neraca perdagangan kuartal IV 2017 yang juga mengalami surplus US$1,0 miliar.

"Melebarnya defisit perdagangan tersebut, akan membuat CAD (Defisit Transaksi Berjalan) diperkirakan pada kisaran 2-2,5% terhadap PDB pada kuartal I 2018," tutupnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More