Pengerjaan Kolam Retensi Gedebage Dikebut

Penulis: Eriez M Rizal Pada: Kamis, 17 Mei 2018, 15:55 WIB Nusantara
Pengerjaan Kolam Retensi Gedebage Dikebut

ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

SEKDA Jabar, Iwa Karniwa memastikan proyek Kolam  Retensi dan Mesjid Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung makin dikebut guna  memenuhi target. Iwa mengatakan dua proyek ini menjadi salah satu  konsentrasi Pemprov Jabar mengingat anggaran yang dialokasikan sangat  tinggi. 

"Kita pantau percepatannya di lapangan mengingat ke depan dua proyek ini akan sangat bermanfaat bagi Kota Bandung," katanya saat  mengunjungi lokasi proyek, Kamis (17/5). 

Kolam retensi yang dibangun  oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum senilai Rp96 miliar ini  menjadi lokasi pertama yang dikunjungi saat ini menunjukan kemajuan  fisik cukup signifikan.

"Dari laporan pelaksana proyek sampai Mei realisasi fisik sudah mencapai 60% dari target 56% jadi ada surplus," ujarnya. 

Pekerjaan pembuatan  kolam yang rencananya akan menjadi pengendali banjir di kawasan tersebut  sekaligus penampangan Mesjid Raya Al Jabbar tersebut saat ini menurut  Iwa tengah dikebut lewat penambahan jam kerja. 

"Pengerjaannya dilakukan  dari berbagai sisi, Alhamdulillah cuaca saat ini sangat mendukung," paparnya. 

Namun masih ada sekitar 11 bidang lahan dengan luas kurang  lebih 4 hektare di lokasi proyek yang saat ini belum dibebaskan. Dia  mengaku pihaknya sudah menyiapkan anggaran sementara pihak Kecamatan  Gedebage dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menuntaskan administrasi  pembebasan lahan.

"Targetnya urusan lahan ini bisa selesai bulan ini juga. Tugas kami  mendorong pihak BPN dengan data-data pendukung salah satunya salinan  surat tembusan permohonan penetapan lokasi kolam retensi Gedebage,"  paparnya. Dengan kondisi positif ini Iwa memastikan proyek yang akan  menampung 210.000 meter kubik air ini bisa dituntaskan sesuai jadwal  yakni Desember 2018. 

"Ada sedikit kendala di lahan tapi kita pasti akan  terselesaikan, dananya ada di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang,"  ujarnya. 

Sementara untuk proyek Mesjid Raya Al Jabbar atau yang lebih  dikenal dengan Mesjid Terapung, Iwa menilai sudah menunjukan  perkembangan yang jauh lebih baik dibanding tiga bulan sebelumnya. "Biasanya defiasinya bisa minus 10% sekarang hanya minus 4%," tuturnya. 

Menurutnya cuaca yang diprediksi sudah masuk kemarau membuat kontraktor  PT Wika Gedung bisa menggenjot pengerjaan fisik yang sudah memulai  tahapan pembangunan tiang pancang hingga pengecoran fondasi utama. 

"Pengerjaan bisa dilakukan hingga 24 jam, berhenti hanya untuk salat,  berbuka puasa. Sehabis tarawih bisa dikerjakan lagi hingga sahur,"  paparnya. 

Dengan dikebutnya pekerjaan pihaknya optimistis defiasi minus  pada awal Mei ini bisa positif pada Juni mendatang. "Paling yang harus  dipersiapkan itu terkait penyiapan kuota impor baja dan kaca dari  sekarang karena kebutuhannya terbilang cukup besar. Jadi ketika Oktober  rangka dipasang barangnya sudah ada," ujarnya.

Di tempat yang sama Kadis Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar M Guntoro  mengatakan proyek yang ditangani pihaknya bekerjasama dengan BBWS  Citarum menunjukan perkembangan positif dan diharapkan tuntas akhir  tahun. "Mudah-mudahan akhir Desember, kolam dan mesjid tuntas  bersama-sama," katanya. 

Pada 2018 ini pihaknya sudah menganggarkan Rp100 miliar untuk pembebasan lahan. Namun karena masih ada kebutuhan sisa  lahan di proyek kolam retensi dan mesjid terapung maka pihaknya akan  menganggarkan di APBD Perubahan 2018. "Anggaran untuk lahan kurangnya  sekitar Rp33 miliar, nanti akan dianggarkan di perubahan," ujarnya.

Pihak kontraktor Wika Gedung memaparkan proyek Mesjid yang menelan biaya  Rp511 miliar tersebut sudah memasuki tahap pembesian dimana pengecoran  fondasi utama ditarget selesai pekan ini. 

"Ada pemasangan 100 titik  pancang namun sementara kita hentikan karena tengah melakukan pengecoran. Ini tidak boleh ada getaran," tuturnya. 

Kontraktor juga  memasang tower crane guna memudahkan lalu lintas perpindahan material,  rencananya dua tower crane akan dipasang kembali guna makin mempercepat pekerjaan fisik yang kini mencapai 36%. (A-5)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More