Perburuan semakin Gencar

Penulis: Heri Susetyo Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 08:10 WIB Polkam dan HAM
Perburuan semakin Gencar

ANTARA/RISKY MAULANA
Tim Densus 88 membawa barang bukti saat penggeledahan seusai penangkapan terduga teroris di Jemaras, Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin. Tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris yang tergabung dalam jaringan JAD.

TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah sejumlah rumah tidak jauh dari kawasan wisata Candi Sumberawan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kemarin.

Menurut Suwandi, Ketua RT 01/RW 10 Perumahan Batara, Dusun Karangwaru, Desa Candirenggo, ada tiga rumah yang digeledah polisi. "Tadi polisi memberitahukan ada penggeledahan," terang dia.

Polisi semula hendak menggeledah rumah milik Hari Sudarmanto. Namun, istri dan keempat anak Hari tidak sedang berada di rumah. Pintu depan terkunci sehingga terpaksa didobrak agar terbuka. Setelah itu, petugas menggeledah rumah milik Wawan, warga Sidoarjo.

"Satu lagi rumah orang Surabaya yang diserahkan pengelolaannya ke Hari juga turut digeledah," katanya.

Penggeledahan berlangsung sejak pukul 15.00 WIB dan petugas memasang garis polisi. Aktivitas dihentikan sementara saat magrib.

Dalam keseharian, sambung Suwandi, Hari terlihat biasa saja. Hari rutin mengikuti kegiatan pengajian dan membaur dengan warga lainnya.

Sebelumnya, Tim Densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris di dua tempat berbeda di Kabupaten Sidoarjo pada Rabu (16/5) malam. Satu di antaranya tewas ditembak.

Dua terduga teroris Wawan dan Hari ditangkap di Jalan Avia Perumahan AURI. Dalam penyergapan ini, Hari tewas ditembak karena melawan. Wawan dan Hari disebut-sebut sebagai adik dari Budi Satrio, 47, terduga teroris yang ditembak mati di rumahnya di Perumahan Puri Maharani Desa Masangan Wetan Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Senin (14/5) lalu.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin mengatakan Tim Densus 88 Antiteror telah mengambil tindakan terhadap 23 terduga teroris di sejumlah daerah di Jatim dalam beberapa hari ini.

"Dari 23 orang itu, empat orang ditembak mati dan satu orang menyerahkan diri," kata Machfud Arifin di Surabaya, kemarin.

Sejak peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan di depan kantor Polrestabes Surabaya, Densus 88 memburu jaringan yang terlibat dalam peristiwa itu. Penindakan dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Timur, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, dan Probolinggo.

Jaringan JAD

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto mengatakan dua terduga teroris yang ditangkap di Kota dan Kabupaten Cirebon merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

"Ini merupakan jaringan JAD, kalau yang di kota masih kita silent dulu," kata Agung di Cirebon, kemarin.

Pada Kamis (17/5) sore, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap dua orang di Kota dan Kabupaten Cirebon yang diduga terlibat kasus terorisme.

Penangkapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan yang berkaitan dengan empat terduga teroris yang di Tambun. Mereka diduga hendak menuju ke Mako Brimob Depok.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan delapan terduga teroris ditangkap di sejumlah daerah di Provinsi Riau pascaserangan teroris di Markas Polda Riau. "Kelanjutan kasus ini ada delapan orang yang ditangkap oleh tim," kata Kapolri dalam kunjungannya ke kantor Polda Riau di Kota Pekanbaru, kemarin. (FL/UL/Ant/P-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More