Jaksa Agung Persilakan Negara Belanjakan Dana Pengganti Samadikun

Penulis: Golda Eksa Pada: Jumat, 18 Mei 2018, 15:16 WIB Polkam dan HAM
Jaksa Agung Persilakan Negara Belanjakan Dana Pengganti Samadikun

ANTARA FOTO/Reno Esnir

JAKSA Agung HM Prasetyo mempersilakan negara untuk menggunakan dana pengganti Rp169 miliar yang dikembalikan terpidana Samadikun Hartono. Seluruh dana yang sempat dikorupsi itu kini disimpan di kas negara.

"Iya, sudah masuk ke kas negara. Sudah bisa dong (dibelanjakan). Nanti Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) yang mengatur itu," ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (18/5).

Menurut dia, Korps Adhyaksa hanya bertugas melaksanakan putusan pengadilan dan menjalankan proses hukum yang menjadi ranah jaksa. Samadikun yang divonis 4 tahun penjara dan denda Rp20 juta terbukti melakukan pelanggaran hingga merugikan keuangan negara Rp169 miliar dari total Rp2,5 triliun. Dana itu dikucurkan pemerintah untuk menyelematkan Bank Modern pada 1998.

"Kita sudah setor ke kas negara melalui Bank Mandiri. Sekarang sudah masuk ke pundi-pundi keuangan negara dan pastinya dapat memberikan manfaat," terang Prasetyo.

Ia mengemukakan, kewajiban terpidana melunasi sisa uang pengganti itu merujuk putusan Mahkamah Agung pada 2003. Nominal fantastis itu pun tidak terkait dengan sejumlah aset yang sebelumnya disita kejaksaan.

Samadikun selaku mantan Presiden Komisaris PT Bank Modern itu sebelumnya telah membayar uang pengganti dengan cara dicicil. Cicilan pertama Rp41 miliar diserahkan pada pertengahan 2016 pascapenangkapan dirinya oleh Tim Pemburu Koruptor dan Badan Intelijen Negara (BIN) di Shanghai, Tiongkok.

Pada 2017 Samadikun dua kali menyetorkan uang pengganti dengan total Rp40 miliar. Sedangkan di awal 2018 kembali diserahkan Rp1 miliar. Selanjutnya pada Kamis (17/5), terpidana akhirnya melunasi sisa pembayaran terakhir Rp87 miliar. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More