Kebutuhan Darah Tetap Tinggi Selama Ramadan


Penulis: Indriyani Astuti - 21 May 2018, 18:30 WIB
ANTARA
ANTARA

DIREKTUR Unit Tranfusi Darah (UTD) DKI Jakarta dr Salimar Salim menuturkan kebutuhan darah tetap tinggi saat Ramadan. Namun, justu donor berkurang sekitar 60%.

"Bulan puasa tidak mengurangi pasien yang berobat di rumah sakit seperti operasi dan lainnya," kata Salimar ketika dihubungi, Senin (21/5).

Salimar menuturkan, untuk DKI sebagai UTD terbesar di Indonesia, kebutuhan darah per hari sekitar 800-1.000 kantong darah. Terkadang, tuturnya, golongan darah seperti AB dan A relatif sedikit karena sulit.

"Darah dengan rhesus negatif juga cenderung langka, tetapi kami sudah punya komunitasnya sebagai donor," imbuh Salimar.

Salimar menuturkan pada hari kelima bulan Ramadhan saat inim stok darah di UTD DKI masih mencukupi. Guna mengantisipasi kekurangan darah selama ramadhan, karena donor yang berkurang, Salimar mengatakan PMi telah menggencarkan donor darah sejak dua minggu sebelum puasa.

"Sehingga kita tidak terlalu merasakan ada kekurangan darah saat dua pekan pertama ramadhan," ucapnya.

Sedangkan, untuk pekan ketiga dan keempat bulan Ramadan, PMI bekerjasama dengan TNI, Polri serta institusi lain yang sudah mempunyai jadwal donor darah secara rutin.

"Kami juga buka stan di mal-mal," tuturnya.

Diungkapkan Salimar, ada peningkatan kebutuhan darah sebesar 2% pada 2017 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kebutuhan tersebut datang dari rumah sakit-rumah sakit. PMI, ujar dia, juga meminta kepada rumah sakit untuk mengadakan donor darah. Dari hasil dari donor tersebut, 70% akan diberikan pada rumah sakit yang bersangkutan.

"Kalau memang tidak ada lagi stok darah, kita minta kepada kelurga pasien untuk menjadi donor di UTD," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT