Bersalju, Bermerek, dan Berdiskon

Penulis: MI/PATNA BUDI UTAMI Pada: Kamis, 30 Apr 2015, 00:00 WIB Travelista
Bersalju, Bermerek, dan Berdiskon

MI/PATNA BUDI UTAMI

SALJU tebal menyelimuti Serravalle, satu wilayah di utara Italia yang hampir berbatasan dengan Swiss, pada musim dingin lalu. Hamparan salju yang mulai terlihat sejak beberapa puluh kilometer sebelum mencapai wilayah itu tidak menyurutkan mereka yang tengah menuju ke sana, terutama para pelancong.

Bagaimana tidak, Serravalle adalah salah satu tempat favorit para wisatawan yang berkunjung ke Italia, terutama mereka yang tengah berada di salah satu kota pusat mode dunia, Milan. Di wilayah yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Kota Milan itulah terdapat pusat belanja murah.

Meski harga yang ditawarkan supermurah, bukan berarti yang dijual barang-barang murahan. Semua barang yang terdiri dari pakaian, sepatu, tas, jam tangan, dan barang-barang lainnya ialah merek terkenal yang dirilis pada musim-musim sebelumnya, dijual dengan harga berkali-kali lipat lebih murah.

Jadi, bagi para penyuka belanja yang tengah berkunjung ke Milan, sebaiknya memang tidak melewatkan kesempatan untuk juga menjejakkan kaki di Serravalle.

Siang itu, ratusan pengunjung berpakaian supertebal menyusuri jajaran butik di antara gundukan salju. Sebagian telah menjinjing sejumlah tas belanjaan masing-masing dan sebagian lainnya lagi masih terkesima di depan etalase butik.

Rasa dingin berusaha ditahan, karena barang yang dipamerkan di etalase setiap butik tidak ada satu pun yang tidak menarik perhatian. Harus keluar masuk butik di tengah udara dingin berselimut kabut pun tak lagi dihiraukan.

Butik berdiskon 70%

Sedikitnya ada 300 merek terkenal yang membuka butik di kawasan ini, termasuk Prada, Fossil, Gucci, Armani, Burberry, Bulgari, Calvin Klein, Cerruti 1881, Dolce & Gabbana, Hugo Boss, Versace, Adidas, Levi's, Stofly, dan sederet merek ternama lainnya. Lokasi wisata sekaligus kawasan belanja dengan harga barang yang didiskon hingga 70% tersebut bernama Serravalle Designer Outlet.



Murahnya harga barang-barang merek dunia yang dijual Serravalle Designer Outlet membuat kawasan belanja yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 waktu setempat itu tidak pernah sepi oleh pengunjung. Bagaimana tidak, sepasang sepatu olah raga merek Adidas yang di tempat lain dibanderol hampir 100 euro, di sini hanya 20 euro. Begitu juga jam tangan Swacth, rata-rata hanya 20 euro. Demikian halnya sepatu boot Stonefly yang biasanya mencapai 150 euro, di butiknya yang berada di Serravalle Designer Outlet, harganya hampir separuhnya, atau 79 euro.

''Harga semua barang di sini sebelum didiskon sudah murah. Setelah didiskon, jauh lebih murah lagi, sehingga banyak yang suka datang ke sini,'' kata Ellena, salah seorang warga Milan.

Berdesain apik
Karena kawasan itu didesain sekaligus sebagai tempat wisata, setiap butik yang ada di Serravalle Designer Outlet juga didesain menarik. Butik-butik tersebut dibuat mirip toko-toko di kota kecil khas Eropa, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat itu.

Apalagi, sejumlah kafe dan restoran juga siap menjamu mereka yang masih membutuhkan energi untukmelanjutkan wisata belanja.

Untuk bisa mencapai Serravalle, tidak harus selalu menggunakan kendaraan pribadi, karena ada sejumlah bus khusus dari Milan yang setiap saat melayani rute menuju Serravalle. Ongkosnya pun terjangkau, yaitu 20 euro hingga 25 euro per penumpang untuk sekali jalan.



Bus dengan warna mencolok dan keren itu setiap hari melayani tiga kali pemberangkatan dari Milan, yaitu pukul 10.00, 11.00, dan 13.30, sedangkan jadwal kembali dari Serravalle setiap pukul 17.00 dan 20.00. Jadi, bagi yang ingin berbelanja barang bermerek dan murah, jangan ragu untuk bertandang ke Serravalle.

Milan, mahal berkelas
Bagi yang tidak sempat menjangkau Serravalle Designer Outlet, masih bisa berbelanja di Milan. Namun, tentu saja dengan harga yang jauh lebih mahal. Pusat perbelanjaan terbesar dan termegah di Milan bernama Galleria Vittorio Emanuele II. Lokasinya tepat berada di samping Katedral Milan, yaitu katedral gotik terbesar di dunia.

Galeri yang dibangun pada 1867 itu terdiri dari dua lantai dengan sebagian atap terbuat dari kaca besar berbentuk melengkung setengah lingkaran. Di dalam bangunan yang terdiri dari dua lantai itu berjajar butik-butik hampir seluruh barang bermerek, bar, serta restoran.

Di pusat perbelanjaan inilah mereka yang hobi berbelanja dipastikan bakal lupa waktu, bahkan merasa kekurangan waktu. Apa pun yang disajikan di butik-butik tersebut sangat memesona, sehingga membuat lapar mata dan menguras kartu kredit. (M-1)
 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More