Video

Curhat Sopir Bemo: Jangan Dihapus, Biarkan Habis dengan Sendirinya

Terbitnya Surat Edaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 84 Tahun 2017 tentang Penghapusan Trayek Layanan Angkutan Lingkungan (Bemo, Kancil) membuat gundah para sopir bemo di Jakarta.

Seperti yang dirasakan para sopir bemo yang biasa mangkal di perempatan Jalan Bendungan Hilir II (Benhil II).

Sobari, 55 tahun, salah satunya. Menurut Sobari, bemonya hanya beroperasi di dalam lingkungan perumahan dengan trayek pendek. "Bemo disini beroperasi di sekitar wilayah Benhil hingga Jompongan."

Bahkan, seringkali Sobari hanya membawa penumpang dari Perempatan Benhill II menuju Pasar Benhill yang berjarak kurang dari 1,5 km.

Usia yang sudah senja membuat dirinya tidak tahu harus kerja apa lagi jika bemonya dihapus. "Saya sudah tua, jadi kuli bangunan sudah tidak bisa, mau kerja apa lagi?" lirihnya.

Penghapusan bemo akan sangat berimbas bagi perekonomian keluarganya. Sobari, yang sudah sejak 1984 menjadi sopir bemo, khawatir pendidikan ke empat anaknya terhenti jika dirinya tidak menarik bemo lagi.

Di wilayah Benhil, bemo menjadi angkutan andalan warga sekitar, para pelajar hingga para karyawan. Terlebih bagi para pelajar, tarif murah bemo sangat membantu mereka. Seperti yang diutarakan Dafa, 14, yang setiap harinya menumpang bemo menuju sekolah

"Setiap pagi saya bersama teman-teman menaiki bemo muju sekolah. Ongkosnya murah hanya Rp2 ribu per orang."

Alasan ekonomis juga menjadi alasan Yasmin, 16, menjadikan bemo sebagai angkutan jarak dekat. "Rumah saya dekat dari sini, saya menaiki bemo jika mau ke Pasar Benhil."