Video

Meresapi Keseksian Gerak ala Angola

DELAPAN belas orang itu dibagi dalam dua kelompok. Sebagian bergerak berpindah-pindah ke masing-masing sembilan orang lainnya yang berada tetap di titik-titik tertentu. Namun semuanya larut dalam gerakan-gerakan sebuah tarian pergaulan yang cukup sensual.

Tarian yang diajarkan Kamis (6/7) itu di V-Danse Studio, Jakarta adalah Kizomba Dance atau Tari Kizomba. Berasal dari Angola, tarian muda-mudi ini memang terkenal dengan gerakan yang luwes dan seksi. Sekilas Kizomba Dance mirip Salsa karena langkah kaki yang maju mundur atau menyamping dan menyilang sambil menggoyangkan pinggul. Namun Kizomba tampak lebih santai dan, jika melihat video-video tari Kizomba di daring internet, terdapat karakter <i>nge-pop<p> karena banyak pula gerakan-gerakan tari sensual masa kini.

Pada hari itu gerakan yang diajarkan masih dalam level pemula. "Dalam satu pemutaran lagu, biasanya ada 8-11 gerakan tergantung kebutuhan dan durasi lagu. Kalau hari ini, ada sekitar 10 gerakan yang sifatnya lebih ke level beginer atau pemula," jelas instruktur Kizomba Dance, Virginie Petricola, kepada <i>Media Indonesia<p>. Kesepuluh gerakan tersebut dilakukan sambil berpindah-pindah pasangan.

Namun perpindahan pasangan ini sesungguhnya bukan keharusan dalam Kizomba Dance melainkan variasi latihan yang dipilih Virgie-- panggilan akrabnya. Instruktur asal Prancis ini melakukannya untuk menghindari kebosanan.
"Karena disini tidak hanya gerakan saja yang perlu dihafal, namun gerakan dan lekukan tubuh di setiap gerakan itu sangat penting agar penonton bisa berkesan. Sehingga fokus dalam setiap gerakan sangatlah dibutuhkan," paparnya.

Meski begitu murid-murid yang bertugas menjadi penari di posisi tetap, memiliki tigas lebih besar. Mereka berkewajiban mengarahkan setiap gerakan penari yang melakukan rotasi agar dapat bergerak secara benar dan sesuai irama.
Sebelum menggunakan alunan musik bit, Virgie memilih menggunakan ketukan hitungan untuk memperkenalkan gerakan kepada para penarinya.

Melatih Otak dan Otot

Meski pada awalnya terlihat lambat, Kizomba Dance ternyata juga cukup menguras energi dan ingatan.
"Memang terlihatnya mudah karena gerakannya lambat. Namun kalau benar-benar latihan, Kizomba ini cukup sulit karena gerakannya yang detail dan memaksa tubuh harus tetap tegap sehingga core kita terlatih. Selain itu untuk yang perempuan juga harus menggunakan sepatu heels cukup tinggi," sambung Virgie.

Hal serupa juga yang dirasakan Dina Permatasari, salah satu murid. Perempuan 29 tahun yang baru tiga kali mengikuti kelas ini pada awalnya mengaku kesulitan menghafal gerakan-gerakan yang menurutnya cukup sulit.

"Saya baru tiga kali ikut kelas ini, ternyata cukup sulit karena gerakannya banyak dan jika ingin terlihat bagus ya harus hafal setiap gerakannya. Apalagi saya biasanya lebih ke olahraga seperti crossfit yang cepat, jadi ketika ikut kelas ini tentu harus adaptasi dulu," tutur Dina.

Di sisi lain, Dina mengakui bahwa banyaknya gerakan di Kizomba Dance bagus untuk melatih daya ingat. "Kelas tari yang mirip-mirip seperti ini kan lebih banyak diisi oleh orang tua. Karena selain gerakannya yang aman juga selama proses menghafalkan gerakan itu tentunya bisa melatih daya ingat orang tua dan menghindari kepikunan," sambungnya.

Selama beberapa kali mengikuti kelas ini, Dina juga mengaku mendapatkan manfaat yakni menambah kepercayaan diri. Pasalnya, setiap gerakan yang diperagakan di Kizomba Dance ini dibutuhkan gerakan tubuh yang meliuk-liuk demi menghasilkan tarian yang sempurna.

"Yang pasti saya lebih percaya diri karena gerakannya itu kelihatan seksi, namun tetap bernilai seninya. Ditambah jika sudah masuk ke level advance, akan banyak gerakan dance yang lebih cepat dan sulit," pungkasnya. (M-3)

Keselarasan dengan Pasangan Tari

SALAH satu hal yang kunci keindahan Kizomba Dance adalah keselarasan antara gerakan langkah kaki, tangan dan badan, baik di diri sendiri maupun dengan pasangan.
Sebab itu kekompakan dengan pasangan tari menjadi sangat penting. Kekompakan ini akan memudahkan dalam mengingat gerakan tari. Pasangan tari harus saling bisa mengingatkan karena dengan banyaknya gerakan maka akan sulit jika hanya mengandalkan ingatan masing-masing. Terlebih bagi mereka yang sudah berusia lanjut.
Hal ini pula yang dikatakan Jay Jarana, salah satu penari. Di sisi lain, menurutnya, kekompakan itu jangan hanya terpatok pada pasangan tertentu. Para penari harus bisa luwes menciptakan kekompakan dengan pasangan manapun yang didapatkan. Sebab itu ia merasa kelas latihan dengan pasangan berganti-ganti, seperti yang dibuat Virginie Petricola, dapat melatih kemampuan menciptakan kekompakan.

"Disini memang butuh kekuatan daya ingat dan sinkronisasi gerakan kaki, tangan, tubuh serta mengarahkan pasangan jika mengalami lupa gerakan. Disitulah mengapa dalam kelas kita selalu berubah pasangan setiap gerakan supaya lebih mengenal satu sama lain," jelas Jay.

Selain itu, Jay mengaku dengan kerap berlatih menari Kizomba Dance ini sangat membantu dirinya menjaga stamina tubuh. Meski kerap terlihat gerakan yang sederhana dan tidak memakan banyak energi, Ia tetap merasa banyak manfaat yang didapat.
"Memang kelihatannya mudah, tapi kalau latihan satu sampai dua jam, sama saja seperti olahraga lain. Karena kita dipaksa tak hanya berlatih fisik, namun pikiran untuk mengingat setiap gerakan. Itu cukup menantang bagi saya," pungkas Jay. (Fario Untung/M-3)

Nama: Kizomba Dance
Tempat: V-Danse Studio, Kemang, Jakarta Selatan
Jadwal Latihan: Kamis, 19.30-20.30 (Beginners), 20.45-21.45 (Intermediate)

Manfaat Kizomba Dance:

Melatih daya ingat
Menguatkan otot kaki dan core
Meningkatkan kepercayaan diri
Melatih fokus dan konsentrasi
Menghilangkan stres
Melatih kelenturan tubuh