Video

Jawaban Tersangka Saracen Terkait Proposal Kampanye SARA Mereka

DALAM menjalankan aksisnya, kelompok Saracen kerap mengajukan proposal kampanye politik via media sosial bertenmakan isu SARA. Satu proposal bernilai seitar Rp 72 juta yang harus dibayarkan oleh pengguna jasa tersebut tiap bulannya.

Adapun rincian dana proposal itu, Saracen mematok harga Rp 15 juta untuk jasa pembuat website. Lalu untuk membuat Buzzer, Saracen memiliki 15 anggota yang akan diberikan upah selama sebulan sebanyak Rp 45 juta. 5 orang koordinator Rp 5 juta, dan Rp 7 juta untuk 2 orang wartawan.

Biaya tersebut belum termasuk honor bagi Ketua grup Saracen yaitu JAS (32), yang bertugas untuk mengunggah postingan provokatif mengandung isu SARA. Dia meminta upah sebesar Rp 10 juta per bulannya.

Setelah proposal itu disetujui, Saracen akan menyiapkan materi yang bernuansa kebencian yang akan mereka viralkan melalui media sosial. Materi yang mereka siapkan antara lain seperti artikel maupun meme yang isinya menyuduktan suku, agama, maupun salah satu ras tertentu.

Media Indonesia pun sempat menanyakan langsung kepada JAS terkait proposal penawaran kampanye SARA via media sosial tersebut, namun JAS berkelit bahwa proposal itu dibuat hanya untuk kepentingan contoh perbandingan harga, bukan untuk jasa kampanye isu SARA.

"Yang eksekusi bukan Saracen, hanya sebatas membuat contoh anggaran," ungkap JAS. (Uta)