Video

Melestarikan Permainan Tradisional

KAMPOENG HOMPIMPA merupakan komunitas pelestari permainan tradisional yang didirikan sekelompok anak muda yang peduli terhadap kelestarian permainan-permainan tradisional yang hampir hilang dari keseharian anak-anak jaman sekarang, yang antara lain disebabkan oleh pengaruh kemajuan teknologi gadget.

''Anak-anak sekarang lebih suka ke permainan digital sehingga mengurangi interaksi sosial mereka terhadap lingkungan sekitar, bahkan orang tua mereka sendiri,'' kata salah satu pengurus Kampoeng Hompimpa, Muhammad Miftah saat memperkenalkan permainan-permainan tradisional di Sekolah Dasar Negeri Karawaci Baru 5, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Kampoeng Hompimpa memiliki beberapa program yang biasa dilakukan, diantaranya 'Hompimpa ke Sekolah' yakni roadshow ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi melalui permainan-permainan tradisional. Lalu program 'Dolanan Yuk' yaitu mengajak masyarakat untuk bermain bersama di tengah-tengah keramaian misalnya di lokasi car free day, taman-taman kota dan lain-lain.

Kemudian 'Info Dolanan', yakni memberikan informasi ke masyarakat umum tentang permainan-permainan tradisional melalui media sosial, website dan lain-lain. Sedangkan yang terakhir adalah program 'Festival Hompimpa' yang diadakan setiap tahun khusus memperkenalkan permainan-permainan tradisional tersebut.

Di antara permainan tradisional yang diberikan adalah gobak sodor, congklak, tari tongkat, lompat tali, sepakbola kelereng, banteng-bantengan.

Saat ini Kampoeng Hompimpa yang didirikan pada 18 November 2015 itu memiliki 25 orang pengurus, 70an anggota yang tersebar di 4 (empat) wilayah regional, yaitu, Semarang, Yogyakarta, Tangerang dan Pontianak. (Zen)