MEDIA 911

Laporkan Kejadian Kriminal, Kejahatan dan Kemacetan Lalu Lintas Disini !!

Kemacetan di Tangerang Selatan Mohon Diatasi.

Sebagai karyawan yang tinggal di daerah Pamulang, Tangerang Selatan dan bekerja di Jakarta, maka saya setiap hari harus berjuang untuk berangkat kerja di pagi hari yang kondisinya kini sudah sangat padat dan macet.

Kemacetan terjadi sejak dari 'fly over' Ciputat sampai ke Pondok Indah, Jakarta, mengular sampai Radio Dalam dan Blok M. Kemacetan yang makin parah ini nyaris tanpa solusi, angkutan umum belum kunjung ada perbaikan, sepeda motor makin menggila jumlahnya, sedangkan panjang dan lebar jalan sangat kecil pertambahannnya.

Saya baca di koran di daerah Bekasi sudah ada angkutan perbatasan yang tersambung dengan Bus TrasJakarta. Kapan ya di Tangerang selatan  dibangun angkutan perbatasan yang  dapat tersambung dengan Bus Trans yang kini ada di Lebak Bulus. 

Dulu pernah dibangun halte - halet bus di jalan Raya Ciputat dan Pamulang namun kini sebagian sudah dibongkar sebelum dimanfaatkan. Pemda Tangsel mungkin perlu segera membangun angkutan perbatasan dan segera juga membangun jalan Tol dari Pasar Jumat sampai ke Bogor untuk mengurangi kemacetan di Tangerang selatan. 

dilaporkan oleh: Sunarto - pada hari Minggu, 13 Mei 2012 15:33 WIB

Pungli di Depan Pos Polisi Simpang Terbanggi Besar

Saya sering melakukan perjalanan dari Bandar Lampung ke Tulangbawang dengan rute lewat Simpang Terbanggi Besar (Lampung tengah) terus kearah timur menuju Tulangbawang.

Setiap kali lewat, saya biasanya malam hari. Dan yang menjadi saya heran dalam hati, di Simpang Terbanggi Besar tersebut terdapat pos polisi jaga, tetapi didepannya persis radius 20 meter dari pos polisi tersebut, hampir setiap saya lewat selalu ada sekelompok orang yang meminta uang kepada para sopir truk & barang yang melintas. Kalau mobil pribadi alhamdulillah tidak mereka mintai uang.

Saya berpikir pasti ada kong kalikong antara para pemalak tersebut dengan para polisi yang berjaga di pos polisi Simpang Terbanggi Besar tersebut!

Mohon kepada aparat Polres Lampung Tengah dan Polda Lampung dapat menindaknya. Terimakasih.
dilaporkan oleh: indra jaya - pada hari Minggu, 13 Mei 2012 08:26 WIB

Angkot Kotabumi-Kalideres Ugal-ugalan

Saya hampir tiap hari melewati kawasan Kalideres, Tangerang. Hampir setiap melalui jalan tersebut, ada saja ulah dari angkot Kotabumi-Kalideres atau Kalideres-Serpong yang seenaknya membawa kendaraannya.

Padahal di Kalideres dan Tangerang banyak polisi lalu lintas, tetapi tidak ada yang menindak tegas. Apa tugas polisi selama ini? Hanya menilang motor!

Saya sebagai rakyat kecil yang membawa motor merasa geram terhadap tingkah laku sopir angkot yang seenaknya ugal-ugalan di jalanan tanpa memperhatikan keselamatan orang lain. Belok kiri kanan seenaknya, berhenti seenaknya, apa maksudnya? Apakah polisi kerja sama dengan para sopir angkot?

Pernah suatu saat salah satu sopir angkot saya ajak ribut, alasan dua adalah mengejar setoran! Mengejar setoran dengan tidak memperhatikan keselamatan orang lain.

Tangerang yang indah menjadi kota brutal yang diisi oleh para sopir angkot yang ugal-ugalan. Sungguh berbeda dengan tangerang Tahun 90-an.

Pak polisi, bertindaklah!!!
dilaporkan oleh: Andika - pada hari Kamis, 10 Mei 2012 10:28 WIB

Jalan Depan Puskesmas Cengkareng Tergenang

Jalan dari Cengkareng, Jakarta Barat menuju Taman Palem, tepatnya di depan Puskesmas Cengkareng, dranase airnya kurang berjalan dan menggenang di jalan. Bagaimana jalan tidak rusak jika terus dipenuhi air.

Untuk Pemprov DKI segeralah dibenahi dan di Jalan Simpang Pintu Air banyak sepeda motor yang melawan arus, tetapi polisi tidak menghiraukannya. Walaupun pamflet sudah dipasang di pagar, tetapi hanya jadi pandangan saja, jadi macet terus. Terima kasih,

dilaporkan oleh: Marno - pada hari Rabu, 09 Mei 2012 10:34 WIB

Hati-hati Melintas di Depan Pos Polisi Bedono

Kejadian tidak menyenangkan saya alami pada Senin 23 April 2012 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu saya sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor (R2). Namun kondisi yang tidak diinginkan terjadi yaitu saat setelah melewati pos polisi Bedono, Jambu, Semarang, saya tiba-tiba diperintahkan oleh petugas polisi dengan inisial Bripka A untuk berhenti. Karena saya tidak merasa berbuat kesalahan akhirnya saya ikuti keinginan petugas polisi tersebut.

Petugas menanyakan SIM dan STNK kemudian menyebutkan kesalahan saya melanggar marka jalan pada saat melewati pos polisi Bendono tersebut yang dilanjutkan dengan menyita SIM dan STNK saya dan menyuruh saya kembali ke pos polisi Bendono tanpa ada penjelasan apapun. Setelah saya berpikir apa yang telah saya perbuat selama berkendara tadi saya merasa tidak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan.

Kejadian sebenarnya adalah pada saat melintas depan pos polisi Bendono tersebut kondisi jalan yang saya lewati sedikit merayap namun arah sebaliknya lancar. Kecepatan kendaraan yang saya pacu pun sekitar 30-40 km/jam karena saya ingin menikmati sejuknya udara pegunungan, dan pada waktu itu saya menyalip mobil yang berjalan merayap tersebut tidak dengan kecepatan tinggi (sekitar 40 km/jam). Tetapi petugas polisi Bripka A tersebut berkeras bahwa saya telah melakukan kesalahan dan tidak memberikan toleransi sama sekali. Hal yang saya sesalkan atas kejadian ini adalah :

Kenapa arogansi petugas kepolisian tersebut tidak sesuai dengan motto kepolisian yang melindungi dan mengayomi masyarakat. Hal yang tidak terlalu signifikan malah seakan dijadikan masalah yang luar biasa, sedangkan masih banyak hal lain yang seharusnya dilakukan oleh pihak kepolisian seperti mengungkap segala permasalahan yang lebih besar dan mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Saya sebagai seorang anggota masyarakat yang selalu patuh terhadap peraturan menjadi merasa heran kenapa seorang petugas kepolisian malah seakan-akan mencari-cari kesalahan dari warga yang patuh terhadap aturan berlalu lintas (sebagai catatan saya belum pernah melanggar aturan berlalu lintas).

Saya merasa terampas hak saya sebagai warga negara karena dengan adanya surat tilang yang dikeluarkan mengindikasikan bahwa saya telah melakukan suatu pelanggaran yang berat, serta terbuang sia-sia waktu dan biaya saya untuk mengurus ke persidangan yang mana saya harus kembali ke semarang hanya untuk sesuatu yang saya tidak merasa melakukan kesalahan.

Harapan saya kepada pihak kepolisian khususnya kepada pak Kapolres Kabupaten Semarang dan jajarannya mohon agar imbauan dari Kapolri untuk memperbaiki citra kepolisian secara umum tidak tercoreng oleh oknum-oknum petugas seperti Bripka A yang hanya mencari-cari kesalahan dan mempersulit pengendara dari luar kota Semarang, karena terkesan sengaja mempersulit saya yang tinggal di jogja untuk mengurus ke semarang.

Terus terang citra kepolisian di mata saya cukup baik namun setelah saya mengalami sendiri kearoganan polisi semakin membuat citra tersebut berkurang. Saya harap tulisan uneg-uneg ini dapat dijadikan masukan bagi jajaran Kepolisian Republik Indonesia Khususnya bagi Polres kabupaten Semarang. Saya selaku anggota masyarakat yang menginginkan citra kepolisian semakin baik dan mendukung terus kinerja polisi yang semakin profesional.

Khusus bagi Bripka A harapan saya semoga anda semakin arif, bijaksana dan menjadi teladan bagi rekan-rekan anda. Bravo Kepolisian Republik Indonesia. Semakin Jaya. Bagi pembaca yang lain harap berhati-hati dalam berlalu lintas, patuhi peraturan lalu lintas yang ada. Karena keselamatan dan Keamanan adalah milik Kita Bersama.
dilaporkan oleh: wiwid buadiarto - pada hari Senin, 23 April 2012 14:19 WIB

Waspadai Kejahatan di Atas Bus

Sebagai pengalaman pribadi yang terjadi pada 9 April 2012. Setelah melakukan penyeberangan dari kapal penyeberangan Bakauheni, Lampung menuju Merak, Banten ketika itu tiba pukul 02.30 WIB, kemudian saya berangkat menuju Jakarta menaiki bus jurusan Merak-Kampung Rambutan.

Ketika mendekati Jakarta (saya tidak begitu memperhatikan tempatnya, ketika itu saya terbangun sekitar pukul 05.06 WIB, sepertinya di tempat tersebut, bus-bus sering menaikkan penumpang dari arah Tangerang memasuki tol pertama menuju Jakarta), ketika itu ada segerombolan penumpang masuk.

Dan ternyata setelah beberapa menit kemudian mereka melakukan aksi kejahatan berupa menggeledah tas-tas penumpang untuk mencari-cari sesuatu yang berharga (ketika itu rata-rata penumpang tertidur). Karena tidak mendapatkan sesuatu yang berharga mereka coba mendekati yang tertidur, namun sepertinya tidak mendapatkannya, dan akhirnya turun di tol sebelum Slipi.

Melalui surat kabar media Indonesia ini saya ingin menghimbau kepada penumpang yang sering bepergian jauh, terutama penumpang yang melakukan perjalanan penyeberangan dari Lampung menuju Jakarta dan sekitarnya agar kiranya selalu waspada, terutama menaruh barang berharga selalu di dekat kita. Dan kami mengharapkan pula kepada pihak kepolisian agar senantiasa bertugas untuk mengamankan.

Terimakasih

dilaporkan oleh: M.Wiryadi Effendi - pada hari Kamis, 12 April 2012 08:01 WIB

Derek Liar kian Meresahkan

Aksi derek liar di hampir ruas tol kian hari sepertinya semakin parah dan meresahkan warga saja. Para pelaku sudah semakin berani dan beringas untuk mengancam warga yang mengalami mobil mogok di jalan tol dengan kekerasan.

Seperti yang dialami oleh supir di kantor kami, PT Platindo Cipta Raya, Senin (9/4) kemarin. Ketika mobil yang dikendarainya, Kijang Box, mengalami mogok tak jauh dari pintu tol UKI, Jakarta Timur, supir kami langsung didatangi oleh mobil derek liar yang sepertinya memang sedang beroperasi di wilayah tersebut.

Tanpa berbicara terlebih dahulu, empat orang dari mobil derek yang berwarna biru tua di bagian bawah dan biru muda di bagian atasnya, turun dan langsung mengambil kunci mobil yang dikendarai supir kami dan langsung meminta uang jasa sebesar Rp1,8 Juta untuk diderek hingga keluar pintu tol.

Tubuh sopir kami gemetar karena dia diintimidasi oleh empat orang yang berkulit hitam dan bertubuh besar untuk membayar sejumlah uang tersebut. Namun karena tidak mempunyai uang sebesar itu, sopir kami pun langsung menelepon ke kantor untuk meminta tolong.

Setelah diderek hingga keluar pintu tol yang berjarak kurang dari 1 km, datanglah perwakilan dari kantor kami bersama dengan petugas keamanan. Melalui perdebatan yang alot, akhirnya pihak kantor hanya menyanggupi membayar uang sebesar Rp1 juta, yang akhirnya disetujui oleh derek liar tersebut.

Yang paling menakutkan lagi, ternyata yang menjadi korban aksi mereka bukan sopir kami saja. Saat menunggu pihak kiantor datang, ada seorang ibu-ibu yang tengah menjadi korban mereka. Dan mengenaskannya, saat diminta uang sebesar Rp1,8 Juta, Ibu tersebut pingsan.

Kami berharap melalui surat ini segera ada perhatian khusus dari pihak-pihak terkait, agar tidak ada lagi yang menjadi korban mereka. Terima kasih.


PT Platindo Cipta Raya
Tangerang

dilaporkan oleh: PT Platindo Cipta Raya - pada hari Selasa, 10 April 2012 15:14 WIB

Penculikan

Pada kesempatan ini saya ingin menginformasikan tentang kasus yang menimpa saudari kami. Telah terjadi penculikan terhadap saudari kami yang bernama Fatima umur 21 tahun pada 25 Maret 2012 oleh seseorang yang bernama Riyan. Korban dijemput oleh pelaku di kampus STAI Alfatah, Cileungsi, Bogor.

Ketika menulis surat pembaca ini korban berhasil melarikan diri dan sembunyi di kamar mandi salah satu masjid di Lampung, kemudian meminta perlindungan kepada pos polisi di Terminal Rajabasa Lampung.

Dan pada Senin 03 April 2012 korban akan dijemput oleh saudara Hasnan (nomor HP 081353759090) yang sedang dalam perjalanan menuju Lampung, yang kemudian akan membawa korban pulang ke Ciputat.

Mohon bantuan media massa atau elektronik untuk menelusuri kasus ini karena pelaku diduga masih berada di wilayah Lampung.

Hormat kami

dilaporkan oleh: Jufridin Daud - pada hari Selasa, 03 April 2012 09:32 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Sabtu, 26 Mei 2012 03:18 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 02:54 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 02:47 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 02:33 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 02:19 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 01:51 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 01:38 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 01:38 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 01:22 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 01:10 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 01:09 WIB
Sabtu, 26 Mei 2012 00:58 WIB


   Index Berita