MEDIA 911Pungli di Depan Pos Polisi Simpang Terbanggi Besar
Saya sering melakukan perjalanan dari Bandar Lampung ke Tulangbawang dengan rute lewat Simpang Terbanggi Besar (Lampung tengah) terus kearah timur menuju Tulangbawang.Angkot Kotabumi-Kalideres Ugal-ugalan
Saya hampir tiap hari melewati kawasan Kalideres, Tangerang. Hampir setiap melalui jalan tersebut, ada saja ulah dari angkot Kotabumi-Kalideres atau Kalideres-Serpong yang seenaknya membawa kendaraannya.Jalan Depan Puskesmas Cengkareng Tergenang
Jalan dari Cengkareng, Jakarta Barat menuju Taman Palem, tepatnya di depan Puskesmas Cengkareng, dranase airnya kurang berjalan dan menggenang di jalan. Bagaimana jalan tidak rusak jika terus dipenuhi air.
Untuk Pemprov DKI segeralah dibenahi dan di Jalan Simpang Pintu Air banyak sepeda motor yang melawan arus, tetapi polisi tidak menghiraukannya. Walaupun pamflet sudah dipasang di pagar, tetapi hanya jadi pandangan saja, jadi macet terus. Terima kasih,
Hati-hati Melintas di Depan Pos Polisi Bedono
Kejadian tidak menyenangkan saya alami pada Senin 23 April 2012 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu saya sedang dalam perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor (R2). Namun kondisi yang tidak diinginkan terjadi yaitu saat setelah melewati pos polisi Bedono, Jambu, Semarang, saya tiba-tiba diperintahkan oleh petugas polisi dengan inisial Bripka A untuk berhenti. Karena saya tidak merasa berbuat kesalahan akhirnya saya ikuti keinginan petugas polisi tersebut.Waspadai Kejahatan di Atas Bus
Sebagai pengalaman pribadi yang terjadi pada 9 April 2012. Setelah melakukan penyeberangan dari kapal penyeberangan Bakauheni, Lampung menuju Merak, Banten ketika itu tiba pukul 02.30 WIB, kemudian saya berangkat menuju Jakarta menaiki bus jurusan Merak-Kampung Rambutan.
Ketika mendekati Jakarta (saya tidak begitu memperhatikan tempatnya, ketika itu saya terbangun sekitar pukul 05.06 WIB, sepertinya di tempat tersebut, bus-bus sering menaikkan penumpang dari arah Tangerang memasuki tol pertama menuju Jakarta), ketika itu ada segerombolan penumpang masuk.
Dan ternyata setelah beberapa menit kemudian mereka melakukan aksi kejahatan berupa menggeledah tas-tas penumpang untuk mencari-cari sesuatu yang berharga (ketika itu rata-rata penumpang tertidur). Karena tidak mendapatkan sesuatu yang berharga mereka coba mendekati yang tertidur, namun sepertinya tidak mendapatkannya, dan akhirnya turun di tol sebelum Slipi.
Melalui surat kabar media Indonesia ini saya ingin menghimbau kepada penumpang yang sering bepergian jauh, terutama penumpang yang melakukan perjalanan penyeberangan dari Lampung menuju Jakarta dan sekitarnya agar kiranya selalu waspada, terutama menaruh barang berharga selalu di dekat kita. Dan kami mengharapkan pula kepada pihak kepolisian agar senantiasa bertugas untuk mengamankan.
Terimakasih
Derek Liar kian Meresahkan
Aksi derek liar di hampir ruas tol kian hari sepertinya semakin parah dan meresahkan warga saja. Para pelaku sudah semakin berani dan beringas untuk mengancam warga yang mengalami mobil mogok di jalan tol dengan kekerasan.
Seperti yang dialami oleh supir di kantor kami, PT Platindo Cipta Raya, Senin (9/4) kemarin. Ketika mobil yang dikendarainya, Kijang Box, mengalami mogok tak jauh dari pintu tol UKI, Jakarta Timur, supir kami langsung didatangi oleh mobil derek liar yang sepertinya memang sedang beroperasi di wilayah tersebut.
Tanpa berbicara terlebih dahulu, empat orang dari mobil derek yang berwarna biru tua di bagian bawah dan biru muda di bagian atasnya, turun dan langsung mengambil kunci mobil yang dikendarai supir kami dan langsung meminta uang jasa sebesar Rp1,8 Juta untuk diderek hingga keluar pintu tol.
Tubuh sopir kami gemetar karena dia diintimidasi oleh empat orang yang berkulit hitam dan bertubuh besar untuk membayar sejumlah uang tersebut. Namun karena tidak mempunyai uang sebesar itu, sopir kami pun langsung menelepon ke kantor untuk meminta tolong.
Setelah diderek hingga keluar pintu tol yang berjarak kurang dari 1 km, datanglah perwakilan dari kantor kami bersama dengan petugas keamanan. Melalui perdebatan yang alot, akhirnya pihak kantor hanya menyanggupi membayar uang sebesar Rp1 juta, yang akhirnya disetujui oleh derek liar tersebut.
Yang paling menakutkan lagi, ternyata yang menjadi korban aksi mereka bukan sopir kami saja. Saat menunggu pihak kiantor datang, ada seorang ibu-ibu yang tengah menjadi korban mereka. Dan mengenaskannya, saat diminta uang sebesar Rp1,8 Juta, Ibu tersebut pingsan.
Kami berharap melalui surat ini segera ada perhatian khusus dari pihak-pihak terkait, agar tidak ada lagi yang menjadi korban mereka. Terima kasih.
PT Platindo Cipta Raya
Tangerang
Penculikan
Pada kesempatan ini saya ingin menginformasikan tentang kasus yang menimpa saudari kami. Telah terjadi penculikan terhadap saudari kami yang bernama Fatima umur 21 tahun pada 25 Maret 2012 oleh seseorang yang bernama Riyan. Korban dijemput oleh pelaku di kampus STAI Alfatah, Cileungsi, Bogor.
Ketika menulis surat pembaca ini korban berhasil melarikan diri dan sembunyi di kamar mandi salah satu masjid di Lampung, kemudian meminta perlindungan kepada pos polisi di Terminal Rajabasa Lampung.
Dan pada Senin 03 April 2012 korban akan dijemput oleh saudara Hasnan (nomor HP 081353759090) yang sedang dalam perjalanan menuju Lampung, yang kemudian akan membawa korban pulang ke Ciputat.
Mohon bantuan media massa atau elektronik untuk menelusuri kasus ini karena pelaku diduga masih berada di wilayah Lampung.
Hormat kami
|
Sabtu, 26 Mei 2012 03:18 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 02:54 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 02:47 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 02:33 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 02:19 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 01:51 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 01:38 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 01:38 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 01:22 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 01:10 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 01:09 WIB
|
|
Sabtu, 26 Mei 2012 00:58 WIB
|
Index Berita |
Kemacetan di Tangerang Selatan Mohon Diatasi.
Sebagai karyawan yang tinggal di daerah Pamulang, Tangerang Selatan dan bekerja di Jakarta, maka saya setiap hari harus berjuang untuk berangkat kerja di pagi hari yang kondisinya kini sudah sangat padat dan macet.
Kemacetan terjadi sejak dari 'fly over' Ciputat sampai ke Pondok Indah, Jakarta, mengular sampai Radio Dalam dan Blok M. Kemacetan yang makin parah ini nyaris tanpa solusi, angkutan umum belum kunjung ada perbaikan, sepeda motor makin menggila jumlahnya, sedangkan panjang dan lebar jalan sangat kecil pertambahannnya.
Saya baca di koran di daerah Bekasi sudah ada angkutan perbatasan yang tersambung dengan Bus TrasJakarta. Kapan ya di Tangerang selatan dibangun angkutan perbatasan yang dapat tersambung dengan Bus Trans yang kini ada di Lebak Bulus.
Dulu pernah dibangun halte - halet bus di jalan Raya Ciputat dan Pamulang namun kini sebagian sudah dibongkar sebelum dimanfaatkan. Pemda Tangsel mungkin perlu segera membangun angkutan perbatasan dan segera juga membangun jalan Tol dari Pasar Jumat sampai ke Bogor untuk mengurangi kemacetan di Tangerang selatan.