Advertisiment
SUARA ANDA

Faiq Khalifa - -, Selangor, Malaysia
Kamis, 09 September 2010 09:07 WIB

Saudaraku Nusantara,
Bila kita ditanya,
Siapakah Tuhan kita,
Jawab kita Allah yang Esa,
Bila ditanya siapakah nabi kita,
Jawab kita Muhammad al Mustafa,
Bila ditanya apakah agama kita,
Jawab kita Islam dinul huda,

Maka jika kita ditanya,
Apakah bangsa kita,
Lupakanlah Malaysia atau Indonesia,
Brunei, Patani mahupun Singapura,
Jawablah bangsa kita bangsa Nusantara,
Bila ditanya apakah bahasa kita,
Jawablah bahasa kita bahasa Nusantara,
Bila ditanya apakah adat kita,
Jawablah adat kita adat Nusantara,

Yang penuh dengan budi bahasa,
Yang kaya dengan pekerti mulia,
Yang di balik sopannya ada bagaknya,
Yang di balik bicaranya ada hikmahnya,
Marahnya dipagar adab,
Sukanya dilingkar tertib,
Malunya tetap berhemat,
Tetap tersenyum walau tergugat.

Maka saudaraku Nusantara,
Janganlah diturut kata penjajah,
Tanah terpisah bangsa terpecah,
Berpeganglah kita kata pujangga,
Bulat air kerana pembentung,
Bulat manusia kerana muafakat.

Faiq Khalifa, Shah Alam, Malaysia, NUSANTARA

Luqito Masdar Hilal - Karyawan Swasta, Ciangsana, Bogor
Senin, 06 September 2010 15:09 WIB
Kualitas Ban Good Year

Saya adalah pengguna ban Good Year untuk mobil taruna, tanggal 29 agustus saya merotasi ban serep yang masih dengan kondisi 95% dan dalam kategori layak pakai (di balancing sebelum dipasang).

Tanggal 31 Agustus saya berkendara dengan kecepatan 60 km/jam, kondisi jalan mulus/aspal, tiba-tiba ban yang baru dipasang tadi meledak dan robek di bagian samping jauh dari velg. Sebelumnya saya juga mengalami ban menggelembung ("bunting").

Saya hanya heran terhadap kualitas ban Goodyear yang dengan kondisi seperti itu saja bisa meledak.

Saya ingin bertanya dimana perlindungan konsumen jika terjadi permasalahan seperti ini, apakah ban tersebut bisa di klaim/diganti oleh pihak Goodyear? Dan adakah asuransi jika suatu hari terjadi kecelakaan yang timbul akibat permasalahan pada ban, karena pada ban sudah tercantum sertifikasi dari regulator kelayakan ban?

Mohon penjelasan.

Wisnu Widjaja - Swasta, Tegal
Minggu, 05 September 2010 15:57 WIB
Kriminalitas Jelang Idul Fitri

Stabilitas ekonomi negeri ini masih belum stabil, begitu pula citra politik negeri ini masih sebatas wacana. Para pelaku politik masih berkutat pada kepentingan pribadi, kelompok serta golongannya saja. Disisi lain rakyat kecil, yang cengap2 cari makan sehari-hari masih jadi obyek "sunatan" oknum di berbagai instansi, baik swasta maupun negeri. Inilah salah satu potret kemuraman rakyat kecil di negeri ini.

menjelang Idul Fitri , ada sisi yang kian mencolok, yakni perputaran uang yang cukup banyak, sehingga berbagai Bank mengucurkan cadangan uang sampai triyunan rupiah. begitu pula "sebaran" parcel atau paket lainnya, masih jadi tradisi tahunan untuk rekanan bisinis maupun untuk orang2 spesial !

Maka wajar, bila mereka yang terpinggirkan di bidang ekonomi berbuat nekat, dengan jalan berbuat nekat, misalnya merampok, mencuri, korupsi, cari celah yang haram seolah-olah dilegalkan.  itulah realitas sosial yang ada di balik kesenjangan ekonomi negeri ini.  Untuk itu  di hari yang firti, kita mesti waspada, terhadap kejahatan yang sewaktu-waktu dapat menimpa diri kita.

Yang jelas,  jelang Idul Fitri kriminalitas akan tumbuh subur, seiiring  banyaknya  pengangguran  di negeri ini, serta sulitnya cari pekerjaan. Kriminalitas bisa mungkin terjadi seketika atau tiba-tiba !  Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin, begitu kata Napoleon Bonaparte..

Ridwan Ichsan - karyawan swasta, tangerang selatan
04 September 2010 23:04 WIB
Perawat Poliklinik Obgyn EKA Hospital Mengecewakan

Pada hari Sabtu tanggal 4 September 2010 saya dan istri datang ke EKA Hospital di BSD Serpong untuk kontrol rutin kehamilan istri saya. Kami sudah periksa disini sejak usia kandungan 10 minggu s/d saat ini usia kandungan 34 minggu.
 
Seperti biasa kami mendaftar di bagian pendaftaran untuk kontrol ke POLIKLINIK OBGYN dan mendapat nomor urut ke-2 (dua). Lalu kami menuju ke POLIKLINIK OBGYN untuk antri dipanggil masuk konsultasi dokter. Kami datang sejak pukul 12.00 dan menunggu selama 3 Jam karena dokter yang ditunggu baru datang jam 15.00.
 
Setelah dokter datang, perawat di POLIKLINIK OBGYN menghampiri pasien nomor urut 1 (satu) dan menyampaikan bahwa dia digeser menjadi nomor urut 2 (dua). Hal ini dikarenakan ada seorang pasien yang tiba-tiba dijadikan nomor urut 1 (satu) sehingga otomatis seluruh urutan berubah. Spontan kami bertanya kepada perawat mengenai hal itu karena sesuai pendaftaran di customer service, nomor urut 2 adalah istri saya.

Ternyata akibat adanya 'penyelakan' urutan tersebut, istri saya di geser hingga menjadi nomor urut ke 4 (empat). Kami pastikan sekali lagi bahwa kami sesuai pendaftaran diberikan nomor urut 2 , namun pihak perawat di POLIKLINIK OBGYN bersikukuh menyatakan bahwa kami menjadi urutan ke-4. 
 
Mendengar hal ini saya langsung komplain kepada customer service karena kami merasa diperlakukan tidak adil dalam hal urutan pemanggilan pasien. Kejadian ini bukan yang pertama kali, karena itu saya komplain hal ini di media massa. Para perawat lalu menyampaikan berbagai alasan untuk membela diri dan membenarkan dirinya. Padahal sudah jelas ada nomer urut yang diatur secara sistem dan terkomputerisasi. 
 
Harusnya jika EKA Hospital merupakan rumah sakit berkualitas tinggi, maka sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang baik dan disiplin dalam pelaksanaannya. Para perawat di POLIKLINIK OBGYN dengan seenaknya mengubah urutan pemanggilan tergantung kepada pasien yang melakukan 'Pendekatan' khusus. Dalam kasus ini kami menyaksikan bahwa para perawat di POLIKLINIK OBGYN menerima 'sogokan' berupa coklat dari pasien yang didahulukan tersebut sehingga dengan mudahnya dijadikan urutan pertama ketika dipanggil, dan menggeser banyak orang, termasuk saya yang sudah menunggu selama 3 jam untuk dipanggil masuk. Ini sangat mengecewakan dan merendahkan pasien selaku pelanggan. Sungguh rendah sekali harga kedisiplinan para perawat tersebut yang dapat 'dibeli' dengan sebatang coklat.
 
 
Kami harap pihak manajemen EKA HOSPITAL dapat bertindak tegas menangani hal ini, kalau tidak ingin makin banyak pasiennya yang kecewa dengan kelakuan para perawat di POLIKLINIK OBGYN. Kami perhatikan juga jumlah perawat di POLIKLINIK OBGYN terlalu banyak, sehingga sering asik ngobrol dengan sesamanya, dibandingkan dengan melayani pasien. Mungkin pihak manajemen juga harus belajar bagaimana mempekerjakan karyawan secara efektif dan efisien.
alamsyah noor - Wirausaha, balikpapan,kaltim
04 September 2010 13:03 WIB
Selamat pagi semua,

saya ingin mengungkapkan kekecewaan saya terhadap promo telkom flexy irit 5000.beberapa hari ini saya sudah sering sekali registrasi ke promo tersebut tetapi respon jawaban "maaf,registrasi anda belum berhasil karena layanan penuh.silahkan mencoba menu irit flexy yang lain"saya sudah beberapa kali menelpon 147 tetapi jawabannya disuruh menunggu 1x24jam..tapi sampai saat ini belum ada respon sama sekali..sehingga pulsa yang saya isi terlanjur habis..sebelumnya saya isi pulsa 10.000 berharap bisa dpt promo tersebut..tetapi g ada hasil sama sekali..mungkin saran saya terhadap telkom flexy memperbaiki kinerjanya.kalo diliat iklan di televisi boleh lah.tp saat registrasi gagal melulu..no flexy saya 0542-8060126 balikpapan.

terima kasih

Dr. H. Endro Pranoto, SpM - Dokter, Mataram
Jumat, 03 September 2010 23:49 WIB
Terima Kasih Layanan Operator 147 Telkom

Saya pelanggan Speedy sejak beberapa tahun yang lalu. Saya mengucapkan terima kasih atas layanan operator Telkom 147. Secara tiba-tiba terjadi gangguan koneksi Speedy, karena setting berubah dengan sendirinya tanpa saya ketahui penyebabnya.

Pada hari Jumat (3/9) sekitar pukul 22.00, saya menghubungi layanan operator 147 (Surabaya), dan dilayani oleh operator laki-laki - saya lupa namanya. Setelah ditanya mengenai identitas, saya dipandu melakukan setting ulang melalui telepon. Tetapi sampai dua kali gagal. Kemudian dijanjikan akan dibantu setting dari center layanan 147. Saya diminta meninggalkan nomor telpon untuk dapat dihubungi bila sudah berhasil.

Sekitar pukul 23.55 saya mencoba membuka internet dan alhamdulillah Speedy saya sudah dapat berfungsi kembali seperti semula.

Terima kasih Telkom, atas layanan yang luar biasa. Ini baru betul-betul 'Commited to You'

Mudah-mudahan semakin lama semakin baik layanan Telkom kepada pelanggannya, dalam era persaingan yang semakin ketat.
dr. Elly Rahmawati - Dokter RSUD Buol, Cilacap
Jumat, 03 September 2010 16:41 WIB

Dengan hormat,

 

Menanggapi berita koran harian Media Indonesia edisi hari Rabu, 01 September 2010 dengan judul "Mabes Polri Terjunkan Tim Penyelidik Kerusuhan Buai"  yang ditulis oleh Penulis : Rita Ayuningtyas menyebutkan bahwa dalam berita itu tertulis secara redaksional sebagai berikut :

 

Menurut otopsi dokter luar yang dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Buol, dr Eli R, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pemuda berusia 19 tahun itu dinyatakan meninggal karena gantung diri.

"Disampaikan secara lisan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tapi masyarakat tidak percaya. Akhirnya menyerang. Pada saat itulah polisi membela diri karena diserang, terjadilah salah sasaran, akibatnya ada yang meninggal lima laki-laki," tukasnya.(*/X-11)

 

Saya dr. Elly Rahmawati sebagai dokter jaga UGD saat itu yang menerima laporan dan melakukan visum luar tidak pernah memberikan/mengeluarkan statement yg tersebut dalam berita Media Indonesia. Saya tidak merasa melakukan wawancara atau konferensi press dgn pihak manapun dalam bentuk apapun.  Jadi dari pemberitaan tersebut sangat merugikan saya secara moril, karena pendapat orang awam pasti menyudutkan saya dan saya merasa terancam dengan pemberitaan tersebut sehingga saya jadi takut untuk kembali bertugas di RSUD Buol.

Untuk itu saya meminta pihak Media Indonesia mencabut pemberitaan tersebut secara resmi dan klarifikasi secepatnya sehingga nama saya kembali baik. 

Demikian surat saya, agar segera di respon.

 

dr. Elly Rahmawati

081280978012

 

NG JAN NJOEK - KARYAWAN, JAKARTA BARAT
Jumat, 03 September 2010 16:13 WIB
Pemblokiran yang Janggal Kartu Kredit CITIBANK

Saya pemegang kartu kredit CITIBANK Gold dengan nomor 4541-7800-17xx-xxxx pada tanggal 31 Maret 2010 lalu pukul 18.30 mengalami kehilangan dompet di kendaraan umum di sekitar LTC Lindeteves Jalan Hayam Wuruk. Langsung saya menghubungi call centre CITIBANK saat itu diterima oleh petugas bernama Sdr. Bernard dan setelah mengkonfirmasi data-data pribadi saya, lalu dikatakan oleh Sdr.Bernard saat itu sedang ada transaksi yang terjadi di CAREFOUR Duta Merlin sejumlah Rp5.400.000 dan Rp2.717.000, kemudian saya minta untuk dibatalkan karena itu bukan transaksi yang saya lakukan.

Oleh Sdr.Bernard dikatakan sudah dilakukan pemblokiran saat itu, dan saya meminta nomor pemblokiran tetapi dijawab tidak perlu. Setelah itu saya kembali menghubungi kembali Call Centre CITIBANK dan diterima oleh petugas bernama Sdr. Irfan. Saya menceritakan kembali dan melakukan konfirmasi untuk memastikan tidak ada pemakaian dan dijawab oleh sdr. Irfan tidak ada pemakaian.

Ternyata sewaktu tagihan saya terima terdapat 2 transaksi sejumlah Rp5.400.000 dan Rp2.717.000 yang seharusnya sudah dilakukan pemblokiran dan yang lebih membingungkan dikenakan biaya over limit sebesar Rp75.000 yang seharusnya jika terdapat over limit atau transaksi yang diluar kebiasaan pemakaiaan, seharusnya pihak CITIBANK menghubungi saya untuk konfirmasi tetapi saat itu saya tidak dihubungi sama sekali.

Lalu saya ingin mengajukan keberatan atas tagihan tersebut ke kantor pusat CITIBANK untuk bertemu petugas layanan konsumen tetapi alangkah kecewanya saya tidak dipertemukan, tetapi hanya berbicara di telepon dengan petugas Sdri Tammy. Alasan yang diberikan adalah saya terlambat melapor 10 menit dengan waktu transaksi dilakukan padahal harus melalui prosedur pengecekan identitas yang cukup memakan waktu.

Kemudian saya ingin memeriksa tanda tangan yang tertera di slip transaksi, tetapi oleh petugas dikatakan agar saya memeriksanya di CAREFOUR, sungguh jawaban yang sangat janggal menurut saya.

Beginikah pelayanan yang diberikan pihak CITIBANK kepada konsumen yang sangat mendambakan keamanan dalam melakukan setiap transaksi? Sungguh sangat mengecewakan pihak CITIBANK berkali-kali hanya menawarkan penyelesaian dengan cicilan tanpa bunga yang saya tolak karena saya tidak melakukan transaksi seperti yang telah dibebankan kepada saya.
Rena Amalika Asyari - Dosen, Bandung
Kamis, 02 September 2010 16:09 WIB
HP Baru Mati Mesin

Saya sebagai konsumen merasa sangat dirugikan dengan matinya hp Sony Ericson tipe : x10 Experia mini pro yang baru saya beli. Saat pertama masuk ke Service Centre dikatakan ada kerusakan software dan butuh waktu tiga hari karena di tempat mereka tidak memiliki software android (Service Centre BEC Lantai UGF No 10-11, Phone : 022-4208207). Selang tiga hari saya kembali ternyata hp saya tetap mati dan mereka kembali croschek dikatakan kerusakan mesin dan butuh waktu dua minggu sampai dua bulan.

Saya sangat sangat kecewa atas "barang rusak" yang notabene "baru" yang dijual ke konsumen dan harus konsumen yang menanggungnya. Saya sebagai konsumenmempertanyakan

1. kendala apa dari pihak sony ericson untuk menggganti ponsel baru karena kerusakan mesin sampai harus menunggu satu bulan sejak masuk ke service tanggal 2 agustus dan sampai sekarang belum ada kejelasan. Jelas-jelas kesalahan fabrikasi dari pihak SE

2. ketika SE mengeluarkan produk baru, alangkah anehnya OS (Operating system) bersangkutan tidak ada di service centre sampai pihak Service centre harus mendownload dahulu

3. apa yg dikerjakan pihak Service Centre sampai proses perbaikan memakan waktu begitu lama, mengingat hp yang saya beli adalah baru dan BELUM SAMA SEKALI saya pakai karena MATI TOTAL.

4. Setiap launching produk baru alangkah baiknya pihak SE kembali meng cross check dengan melakukan testing terhadap produk tersebut sehingga BUKAN konsumen YANG MENANGGUNG "produk gagal" yang dijual dengan harga baru

5. sebagai tambahan : sesuai info situs :
http://blogs.sonyericsson.com/products/2010/05/05/sony-ericsson-xperia™-x10-to-get-uxp-upgrade-in-q4-2010/

ketika perihal upgrade tanyakan, pihak SE service centre mengatakan bahwa upgrade diatasnya mengakibatkan garansi menjadi hangus. Alangkah konyolnya, upgrade OS bisa mengakibatkan garansi hangus karena beberapa ponsel merk lain justru meletakkan cara upgrade OS di manual booknya.

Sebagai info:
HP saya tipe : x10 experia mini pro
No Imei : 01234.200.200.127.5884
No Sevice : 123241
No Ekskalasi dari Customer Service : 879.962.69
Tempat Service : Service Centre BSM (Bandung) UGF Lantai 10 - 11
 Phone : 022.4208207


mohon SOLUSI bukan hanya KLARIFIKASI dari pihak SE karena email saya yang berkali-kali hanya satu kali ditanggapi oleh :saudari :  Pungky Lisnawati - Sony Ericsson Contact Center yang hanya melakukan klarifikasi tanpa menindaklanjuti keluhan dan keluhan via CS ditelepon pun tidak memberikan solusi apapun. Ponsel lain yg dipinjamkan ke saya sebagai konsumen bukanlah SOLUSI yang tepat dan merugikan. Saya sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli ponsel baru dan saat ini saya hanya menggunakan "HP pinjaman" karena perbaikan mengganti mesin YANG RUSAK SUDAH 1 BULAN lamanya belum ada kejelasan.


TOLONG SOLUSI dari PIHAK SE segera karena saya merasa sangat jengkel dengan pelayanan dari pihak Sony Ericsson.

Begitu sulitnya kah mengganti Ponsel saya yang mati total karena rusak mesin padahal produk serupa banyak di pasaran.
wassalam.
R. Aditya Wirawan - Konsultan Perencana Sipil, Bekasi
Senin, 30 Agustus 2010 21:57 WIB
Riau Airlines Telantarkan Penumpang

Saya mewakili pengguna maskapai Riau Airlines yang saat ini telah menelantarkan para penumpangnya di Natuna.

Saya merasa ditipu oleh maskapai penerbangan ini karena, pada 26 Agustus 2010 memesan tiket RAL seharga Rp800 ribu melalui travel agen untuk tujuan Natuna-BTM untuk penerbangan 30 Agusuts 2010. Karena pengalaman saya di Natuna sangat susah mendapatkan tiket, maka saya berinisiatif untuk memesan tiket PP.

Ternyata pada 25 Agustus 2010, RAL sudah tidak menerbangkan pesawatnya. Sehingga dari tanggal tersebut, penumpang maskapai tersebut dicancel penerbangannya sampai waktu yang tidak ditentukan. Hal seperti ini seharusnya bisa diperdatakan atau bahkan bisa dipidanakan, karena menurut saya tak ubahnya seperti penipuan, dengan membuka pemesanan tiket 26 agustus 2010, sedangkan sudah jelas pada tanggal tersebut pesawat tidak ada yang terbang lagi. (alasannya tidak jelas, menurut penjelasan pegawai perwakilan di Bandara Ranai, pesawat sudah kehabisan izin terbang).

Dan yang lebih parah lagi, maskapai ini tidak memberitahukan terlebih dahulu penumpangnya bahwa jadwal penerbangan di-cancel. Ini suatu perilaku yang sangat aneh dan tidak profesional.

Sehingga pada saat saya sampai di Bandara Ranai dengan membawa koper, tidak ada hiruk pikuk penerbangan. Dan seperti orang bodoh yang salah jadwal saja diteriakin oleh petugas bandara setempat bahwa tidak ada jadwal penerbangan saat ini.

Pada saat komplain, mereka bahkan tidak bisa memastikan jadwal penerbangan akan ada tanggal berapa. Heran, bagaimana manajemen perusahaan ini, seperti manajemen angkutan KOPAJA.

Padahal saya di Natuna menginap di hotel, bukan warga sini, sehingga setiap hari keterlambatan harus saya tanggung sendiri untuk biaya akomodasi, transportasi, dan penginapan.

Apalagi besok (31 Agustus 2010) saya ada rapat di Tanjung Pinang. Siapa yang mau menanggung kerugian saya ini.

Yang lebih tidak beruntung lagi penumpang yang di-cancel dari tanggal 25 agustus, berarti sudah 5 hari beban akomodasinya yang semestinya ditanggung oleh RIAU AIRLINES. Karena menurut peraturan Dephub yang pernah saya lihat keterlambatan dua jam saja harus diganti dengan makanan, apalagi satu minggu.

Semoga siapapun yang membaca surat pembaca ini dapat memberikan solusi terhadap masalah ini, terutama pihak RIAU AIRLINES yang telah bertindak sewenang-wenang terhadap pelanggannya.
Budi Cahyono - swasta, jakarta barat
Senin, 30 Agustus 2010 15:48 WIB

BPKB dari TUNAS Toyota Lama dan Berbelit-belit

Saya melakukan transaksi beli mobil dengan sales bernama Ibu Lia Tunas Toyota Cabang Pasar Minggu. Setiap kali ditanya BPKB kapan akan diantar selalu dijawab konfirmasi dahulu ke kantor. Akhirnya setelah ditunggu hampir setengah tahun baru dipastikan akan diantar oleh pihak Tunas. Pada awal transaksi dilakukan saya pun sudah informasikan bahwa kendaraan tersebut atas nama PT dan BPKB dikirim ke alamat yang berbeda dan Bu Lia menyatakan bisa, dan saya cuma perlu menyediakan surat Kuasa dari PT tersebut dan melampirkan SKCK BPKB yang diberikan oleh pihak TUNAS Toyota. Setelah ditunggu akhirnya BPKB tersebut diantar juga. Alangkah bagusnya BPKB tersebut masih tidak serahkan, bahkan dibawa lagi dengan alasan minta stempel perusahaan di surat tanda terima yang dibawa oleh pengantar.

Kami tidak memerlukan penjelasan yang lebih lanjut dan kami tidak memerlukan penjelasan proses internal kantor TUNAS toyota, yang kami inginkan adalah hak kepemilikan BPKB yang kami maksud di atas.

Sugeng Barkah - Pegawai Swasta, Jakarta
Senin, 30 Agustus 2010 04:51 WIB
Kecewa dengan Pelayanan Nissan Pluit

Dalam pameran IIMS 2010, saya telah bertransaksi dengan Nissan Pluit untuk pembelian salah satu mobil Nissan melalui pendanaan Bank yang telah bekerja sama dengan Perusahaan di tempat saya bekerja, namun dalam perjalanan proses sejak awal sudah sedikit terganggu dengan kinerja Sales Executive Nissan Pluit (Sdr. Franky Lee), sehingga pengiriman mobil yang sesuai komitmen Sdr. Franky Lee seharusnya paling lambat tanggal 28 Agustus 2010 ternyata tidak terjadi akibat hal-hal yang bukan diakibatkan oleh saya selaku calon pembeli maupun pihak Bank. Dari kronologis yang ada:

1. Selasa (3 Agustus 2010), saya telah menginformasikan bahwa faktur mobil akan menggunakan nama istri saya dan kami sudah menyerahkan fotokopi KTP Istri saya setelah diminta oleh Sales Executive Nissan Pluit terkait faktur atas nama istri saya. Namun, ternyata faktur pajak diproses dengan atas nama saya, sehingga harus mengulang proses pembuatan faktur menjadi atas nama istri saya.

2. Selasa (24 Agustus 2010), sdr. Franky Lee confirm bahwa mobil akan dikirim ke rumah hari Jum’at (27/8) atau Sabtu (28/8). Namun, ternyata tidak pula dapat dipenuhi komitmen dari Sales Executive Nissan Pluit ini dikarenakan yang bersangkutan berdalih bahwa mobil tidak dapat dikirim selain proses STNK-nya belum selesai dan pembayaran belum dilakukan oleh pihak Bank, dimana pihak Bank baru terima invoice dari Nissan Pluit pada hari Jum’at.

3. Jum’at, saya sudah sampaikan ke pihak Nissan Pluit melalui Sdr. Franky Lee bahwa apabila sampai hari Sabtu Nissan Pluit tidak dapat mengirimkan mobil, maka saya selaku calon pembeli akan membatalkan transaksi jual beli mobil dimaksud. Hal ini juga saya sampaikan ke pihak bank. Selanjutnya Sdr. Franky Lee menyampaikan bahwa Nissan Pluit bersedia dan sanggup mengirimkan mobil sesuai pesanan saya ke rumah pada hari Sabtu meskipun pihak Bank belum bisa transfer ke Nissan Pluit pada hari Jumat.

4. Sabtu pihak Nissan Pluit merubah komitmen sehari sebelumnya, bahwa mobil pesanan saya baru dapat dikirim setelah ada pembayaran dari pihak Bank. Karena pihak Nissan Pluit plin-plan dan tidak ada upaya untuk memperbaiki kekeliruan yang telah mereka lakukan, maka saya menilai mereka telah wanprestasi dalam hal transaksi dan pelayanan kepada konsumen sehingga saya putuskan untuk membatalkan transaksi dengan pihak Nissan Pluit. Dan selanjutnya saya meminta uang tanda jadi sejumlah Rp5 juta yang dipersyaratkan oleh Nissan Pluit kepada saya ketika IIMS 2010, namun diresponse oleh mereka tidak dapat dikembalikan kepada dengan alasan yang kurang dapat saya terima.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah ketika saya selaku calon pembeli membatalkan pembelian yang diakibatkan oleh wanprestasi dari pihak penjual (Nissan Pluit), mengapa uang tanda jadi tidak dapat saya minta kembali dari Nissan Pluit?

Agak sedikit mengherankan karena sejak awal dari pihak Nissan Pluit terkesan tidak ada upaya memperbaiki kinerja yang telah berulang kali kurang memuaskan dan telah merugikan saya selaku calon pembeli. Dan ternyata di dealer Nissan lainnya tidak mensyaratkan tanda jadi apabila melalui pendanaan Bank yang telah bekerja sama dengan Perusahaan di tempat saya bekerja.

Semoga kejadian mengecewakan yang disajikan oleh pihak Nissan Pluit tidak terulang kembali kepada calon pembeli lainnya. Terima kasih.
rudy capelle - konsultan keuangan/perbankan, Jakarta 12510
Minggu, 29 Agustus 2010 18:40 WIB
Mengapa PLN Mau Impor BBM?

Apakah TIDAK KELIRU keinginan PLN untuk import sendiri kebutuhan BBM-nya? 3 tahun yang lalu keinginan serupa pernah diwacanakan, tapi juga tidak kunjung "direalisasikan" oleh karena berbagai resiko karena "import sendiri" bisa berujung kepada kerugian yang harus dipikul oleh PLN atau konsumen listrik.

DPR seharusnya menentang kebijakan Direksi PLN ini mengingat PLN TIDAK PUNYA pengalaman import BBM/import dari multi supplier (lebih dari satu supplier), termasuk dengan Pertamina sebagai salah satu supplier "tetap-nya".

Ketimbang import BBM, LEBIH BAIK PLN import BATUBARA dan GAS yang jauh lebih murah harganya dari BBM, jadi manfaatnya bagi konsumen listrik lebih besar karena Batubara dan gas meringankan beban subsidi Pemerintah (tidak ada tekanan untuk menaikkan TDL seperti hal nya memakai BBM). PLN sebaiknya BERHENTI berpikir BBM kalau perlu menganggap BBM ini barang "haram", kalau tidak MAKA MASALAH LISTRIK BANGSA INI tidak akan BEBAS dari "tuntutan kenaikan TDL berkala" seperti tarif jalan Toll.

Lebih bagus lagi kalau PLN membeli lebih banyak lagi LISTRIK yang bersumber dari GEOTHERMAL, yang anehnya sejak KAMOJANG beroperasi lebih dari 25 tahun lalu TIDAK DIKEMBANGKAN BESAR2an mengurangi ketergantungan pada BBM seminimum mungkin. Takutnya keinginan PLN untuk import sendiri menjadi lahan korupsi baru bagi "oknum" PLN dan ujung2nya ditanggung konsumen listrik/rakyat Indonesia. DPR tidak boleh lupa bagaimana korupsi yang terjadi pada transaksi2 import BBM yang terjadi di Pertamina,jadi janganlah "borok" ini ditularkan lagi ke PLN.

Wisnu Widjaja - Swasta, Tegal
28 Agustus 2010 13:53 WIB
PIMPINAN KPK BARU.

Babak penyisihan untuk mencari sosok pemimpin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah dilakukan dengan mulus.. Harapan publik nantinya, sosok pemimpin KPK yang baru dapat menuntaskan kasus-kasus korupsi dengan jujur, transparan dan bertanggung jawab; dengan tetap berpegangan pada sendi-sendi keadilan yang hakiki.

Korupsi di negeri ini kok sulit diberantas, mengapa dan mengapa? Apakah korupsi sudah merupakan kultur yang sistemik? Apakah korupsi sudah jadi bagian hidup insan di negeri ini?  Dari pemerintahan yang satu ke pemerintahan yang lain, korupsi selalu jadi buah bibir , namun tetap saja "subur" berkembang di negeri yang korup ini.

Duit trilyunan rupiah telah jadi "bancakan para koruptor di negeri yang katanya kaya ini. Aparat mungkin telah maksimal menanganinya, namun tetap saja "palu keadilan"  belum secara pantas menjerakan para koruptor, justru para koruptor  selalu mendapat fasilitas yang mengenakan serta membuat mereka mungkin betah di ruang tahanan. Ini semua kalau tidak karena "fulus" tidak ada lagi !

Dengan pimpinan KPK yang  baru nanti, diharapkan  calon koruptor maupun koruptor akan jera, sehingga  korupsi di negeri ini akan kikis habis. Mampukah ?

Dengan semangat anti korupsi, mari kita dukung semangat kerja dan management baru pimpinan KPK yang baru.

Mudah-mudahan pimpinan KPK baru dapat melaksanakan amanah rakyat secara jujur, ikhlas serta transparan, tidak ada rekayasa ataupun kebohongan lainnya. Jujur dalam berkata, tulus dalam beramal, lurus dalam berniat adalah buah dari hati yang ikhlas. Kalau kita tetap berjuang menegakkan keadilan, tidak akan beerkurang kemuliaan  kita  walau dianiaya siapapun.

Iwan S - Pengelola, Serang
Jumat, 27 Agustus 2010 21:48 WIB
Uang tidak Keluar

Pada tanggal 10 Juli 2010 saya melakukan penarikan sebesar uS$1.000 di ATM Universal Studio OCBC Singapore, namun ATM tidak mengeluarkan uang dan di ATM menyatakan transakasi saya GAGAL. Yang membuat saya kaget, pada saat staf saya mencetak buku dan menanyakan kepada saya perihal penarikan uang sebesar Rp6.656.259.00 BEA TRN 25.000 dan KOR BIAYA FEEE 5.000 itu benar? Langsung saya pergi melaporkan kejadian ini ke BCA Cab Agung Sedayu 2, dan dapatlah saya nomor laporan 11209151. Pada saat saya melapor saya sempat berbicara akrab dengan Customer Service dan dia pun bercerita bahwa pada hari ini saya adalah orang kedua yang melaporkan hal demikian yang sama, di Singapore juga.

Dan saya meninggalkannya dan saya tunggu sesuai instruksi CS tersebut 14 hari kerja. Akhirnya saya telpon ke HALO BCA, dan jawaban yang saya dapat saya diminta menunggu 50 hari kerja lagi. Minggu depannya saya telepon kembali, katanya sedang dalam investigasi.

Akhirnya saya ditelepon oleh Putri, saya tidak tahu jabatannya. Dia meminta saya menceritakan kronologisnya sekali lagi, lalu saya bercerita. Dan akhirnya Putri menjelaskan kepada saya bahwa pada hari itu saya melakukan dua kali transaksi. Yang pertama jam 15.03 GAGAL dan kedua jam 15.04 BERHASIL. Jelas saya marah dan bingung. Apakah ini CENTURY kedua. Sangatlah jelas di ATM OCBC menampilkan yang saya terjemahkan TRANSAKSI GAGAL dan saya sudah tungguin ATM OCBC mudah-mudahan uang saya keluar namun tak ujung keluar juga lalu saya tinggalkan.

Lalu saya minta Putri untuk memberikan saya bukti transakasi di ATM OCBC tersebut dan rekamana CCTV bank tersebut. Dan pada akhirnya pada hari itu dengan berat hati saya melakukan penarikan dengan MasterCard CreditCard saya dan berhasil.

KEMBALIKAN UANG SAYA BCA. Saya akan terus menyebarkan cerita ini di berbagai media agar uang saya dikembalikan. Saya sumpah demi TUHAN kalau saya ini BENAR dan JUJUR dan akan terus meminta uang saya untuk dikembalikan. Mohon BCA yang punya citra nama baik dan besar menanggapinya dengan baik, jujur, adil, dan memuaskan. Mohon jangan jadi CENTURY kedua.
Advertisiment
MORE NEWS
Jumat, 10 September 2010 21:33 WIB
Jumat, 10 September 2010 21:15 WIB
Jumat, 10 September 2010 20:45 WIB
Jumat, 10 September 2010 20:22 WIB
Jumat, 10 September 2010 20:10 WIB
Jumat, 10 September 2010 19:59 WIB
Jumat, 10 September 2010 19:40 WIB
Jumat, 10 September 2010 19:25 WIB
Jumat, 10 September 2010 19:11 WIB
Jumat, 10 September 2010 19:02 WIB
Jumat, 10 September 2010 18:52 WIB
Jumat, 10 September 2010 18:44 WIB
  Index Berita