Selasa 25 Juni 2019, 17:15 WIB

Pemerintah Diminta Beri Solusi soal Harga Ayam Tingkat Produksi

Widjajadi | Nusantara
Pemerintah Diminta Beri Solusi soal Harga Ayam Tingkat Produksi

ANTARA FOTO/Irfan Anshor
Ternak ayam broiler.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) didorong bertindak cepat menyelamatkan kelangsungan hidup peternak ayam broiler. Sudah 10 bulan terakhir ini mengalami keterpurukan parah karena harga ayam hidup di tingkat produksi hanya tinggal Rp5-10 ribu. Harga itu sangat jauh dari ketetapan HPP pemerintah yang mencapai Rp18.500.

"Peternak unggas rakyat sudah diibaratkan menangis darah sekarang ini. Karena hampir 10 bulan terakhir ini menanggung derita tidak berkesudahan. Kami sudah berulang kali memohon kepada pemerintah (Kementan) tetapi tidak pernah mendapatkan respon," ungkap Ketua Perhimpunan Insan Peruggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah Pardjuni kepada Media Indonesia di Solo, Selasa (25/6).

Pemerintah diharapkan bisa menekan atau membatasi produksi peternak besar bermodal asing (PMA) yang menjadi biang dari keterpurukan harga ayam broiler di tingkat produksi peternak rakyat hancur. Saat ini, kelebihan produksi atau suplai mencapai 30-40% dari kebutuhan.

"Di Jawa Tengah saja, kelebihan produksi mencapai 40%. Kebutuhan sekitar 1,2 juta ekor per hari namun sejauh ini suplai mencapai sekitar 2 juta ekor. Tiap bulan tidak ada pengurangan, sehingga terus menumpuk dan membuat harga di tingkat produksi terjun bebas. Saat ini harga ayam hidup di tingkat produksi tinggal Rp5-10 ribu. Ada yang mencoba menawar Rp4.500, ini sungguh gila. Jika terjadi saya akan lapor kepada Satgas Pangan," tandas dia.

Baca juga: Pemerintah Diminta Serius Angkat Harga Ayam di Peternak

Karena itu, sebagai bentuk protes atas kebijakan yang masih menggantung dari Kementerian Pertanian dan Kemendag, Pinsar Solo Raya pada Rabu (26/1) akan menggelar protes dengan cara membagi-bagikan 8.000-10.000 ekor ayam secara gratis kepada masyarakat.

"Kami akan bagikan ayam secara gratis ke warga kota Solo. Ada lima tempat pembagian di lima kecamatan. Mudah-mudahan mendapat perhatian serius dari pemerintah, kalau tidak, dipastikan seluruh anggota Pinsar akan gulung tikar dengan cepat," imbuh koordinator Pinsar Solo Raya Suroto.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More