Investor Asing Lirik Sektor Properti Tanah Air


Penulis:  Andhika prasetyo - 13 September 2019, 20:51 WIB
Antara/ Reno Esnir
Antara/ Reno Esnir

INVESTOR Korea dan Tiongkok tertarik untuk berinvestasi di sektor properti di Tanah Air.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan, minat para pengusaha asing untuk terlibat dalam pengembangan perumahan tidak terlepas dari kinerja positif Program Satu Juta Rumah yang telah berjalan sejak 2015.

Mereka melihat program tersebut berjalan dengan baik dan permintaan akan hunian pun masih sangat besar sehingga peluang yang bisa dimanfaatkan masih terbuka lebar.

“Investor asing sangat berminat untuk membangun rumah termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka tertarik dengan program pemerintah yang mendorong pembangunan perumahan bagi masyarakatnya. Di negara lain program seperti itu belum ada,” ujar Khalawi melalui keterangan resmi, Jumat (13/9).

Baca juga: Kementerian PUPR Gelar Sayembara Rancangan Ibu Kota Negara Baru

Guna memuluskan masuknya investasi di sektor properti, pemerintah pun terus berupaya mempermudah perizinan.

Pemerintah sejak tiga tahun lalu telah menerbitkan PP Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan untuk MBR.

"Di dalam PP itu, kami mendorong pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan pembangunan rumah MBR baik bagi pelaku usaha lokal maupun asing," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Federasi Real Estat Dunia atau The International Real Estate Federation (FIABCI) Waleed Mousa menyatakan pihaknya sangat mendukung berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menyediakan rumah bagi masyarakat.

Perumahan di Indonesia, menurutnya, merupakan sektor yang sangat krusial mengingat jumlah populasi yang mencapai 260 juta jiwa.

"Menyediakan hunian bagi penduduk sebanyak itu tentu bukan hal yang mudah. Tapi kami melihat program Satu Juta Rumah sangat menarik karena pemerintah ikut turun tangan di dalamnya. Banyak pengembang melihat potensi di sektor perumahan di Indonesia,” imbuhnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT