Komputasi Awan untuk Akselerasi Proses Bisnis


Penulis: Try/M-2 - 13 September 2019, 22:00 WIB
DOK. Google
DOK. Google

Setelah berjalan beberapa tahun, pemanfaatan teknologi komputasi awan (cloud) diakui telah memberi benefit bagi dunia usaha dan industri di dalam negeri. Mulai dari kemudahan penyebaran sampai efisiensi biaya.

Komputasi awan merupakan sebuah teknologi penyimpanan data digital memanfaatkan adanya server virtual. SVP Enginee­ring Ruangguru Alvin Francis Tamie mengatakan pihaknya merupakan salah satu pengguna produk Google Cloud, yaitu BigQuery. Perangkat itu dipakai untuk mengoperasikan aplikasi Ruangguru di Asia Tenggara, terutama dalam membaca pola kebiasaan dari konsumennya.

“Sebagai contoh, kami produksi video pembelajaran. Dengan BigQuery, kami bisa menganalisis aktivitas dari orang per orang konsumen Ruangguru, seperti apa­kah mereka kemudian mengerjakan soal-soal dengan benar, atau bagaimana. Datanya kami ambil cloud. Dengan itu, kami bisa lakukan perbaikan kualitas konten ke depannya,” cerita Alvin, saat acara Google Cloud Summit di JIExpo Convention Center, Jakarta, Kamis (5/9).

Manfaat teknologi cloud juga diamini salah satu bank terbesar Indonesia, BRI, lewat penggunaan big data. Alasannya BRI menyasar sektor mikro yang  menjangkau seluruh lapisan rakyat. Dengan pasar Indonesia yang luas, big data menciptakan efisiensi analitikal proses data tradisional dari seluruh nasabah.

Direktur BRI Indra Utoyo mencontohkan, analisis penyaluran kredit yang sebelumnya membutuhkan waktu 2 minggu dengan proses manual, kini hanya menjadi 2 menit melalui aplikasi Pinang yang dibangun lewat platform Google Cloud.

“Big data bisa membantu untuk kredit scoring berdasarkan data yang tersedia di cloud dan memberikan mengolah data-data secara masif. Jadi kami memiliki assesment yang lebih baik dan efisien,” papar Indra.

Di bisnis hiburan, Cinema 21 menggunakan Hybrid Cloud Google untuk meningkatkan kemampuan skala server ketika bios­kop menayangkan film-film laris. Teknologi ini juga dipakai untuk memfasilitasi pemasangan iklan pada jam, durasi, periode, dan lokasi sesuai keinginan klien.

Sementara itu, pelaku bisnis e-commerce Bukalapak telah memigra­sikan service data dari lingkungan kolokasi yang mereka gunakan sebelumnya ke Google Cloud. Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 70 juta pengguna dan lebih dari dua juta transaksi setiap hari, dan Bukalapak berpindah ke Google Cloud untuk menghindari gangguan layanan serta meningkatkan keandalan dan skalabilitas selama musim ramai belanja.

Di segmen ritel, Alfamart telah mengimplementasikan G Suite untuk memperbaiki cara 117.555 karyawan mereka berkolaborasi dari 13.679 toko di 24 provinsi di Indonesia. Alfamart pun telah mencapai penghematan biaya 10%-15% dan pengurangan waktu rata-rata dua minggu per proyek dengan menghindari diskoneksi digital menggunakan G Suite dan mengotomatiskan alur kerja melalui akses ke informasi real-time.

Dengan animo yang terus meningkat dari pelaku usaha Indonesia, Google telah mengumumkan akan membuka data center Google Cloud Region di Indonesia pada awal 2020. Lokasinya ditetapkan di Jakarta guna mendukung eks­pansi bisnis Google secara global, khususnya di Asia Tenggara.

Tim Synan, Direktur Regional Google Cloud untuk Asia Tenggara, mengatakan data center di Indonesia nantinya akan mengonfigurasi tiga zona ketersediaan dengan servis yang akan diberikan seperti sistem komputasi, penyimpanan, data base services dan networking services termasuk interkoneksi cloud.

Pusat data ini nantinya juga akan menyediakan sistem baru milik Google Cloud yakni BigQuery. Sistem ini akan memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan pola karakter konsumen secara personal menggunakan big data yang sudah dimiliki. “Cloud untuk bisnis akan mendorong perusahaan bertransformasi digital dan memungkinkan mereka menyediakan servis yang sesuai dengan karakter konsumen,” jelasnya.

Prediksi mereka, transformasi digital akan mengakselerasi perkembangan perusahaan-perusahaan di Indonesia dan menciptakan 350 ribu lapangan kerja dan berbagai potensial dampak pertumbuhan pada industri turunan. (Try/M-2)

BERITA TERKAIT