Anggota DPRD Sumut Tersangka Penipuan


Penulis: PS/RD/N-1 - 13 September 2019, 23:15 WIB
Ilustrasi/mediaindonesia.com
Ilustrasi/mediaindonesia.com

ANGGOTA DPRD Sumatra Utara (Sumut) terpilih periode 2019-2024 Benny Harianto Sihotang ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan oleh kepolisian daerah setem­pat. Penipuan dilakukan terhadap korban Rusdi Taslim dengan kerugian sekitar Rp1,7 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Andi Rian mengatakan, dalam kasus dugaan penipuan itu, Benny merupakan otak pelaku. “(Benny Sihotang) Sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Memang dia yang dilaporkan (otak pelaku),” katanya, kemarin.

Selain Benny yang juga merupakan mantan Dirut PD Pasar Horas, ujar Andi Rian, Polda Sumut juga menetapkan satu tersangka lainnya, yakni Fernando Nainggolan alias Moses. Fernando ikut serta dalam kasus ini sebagai orang suruhan Benny.

Korban Rusdi Taslim mela-porkan perkara itu ke Polda Sumut pada 15 Februari 2018. Penipuan terjadi dalam proyek revitalisasi Pasar Horas Pematang Siantar pada 2018 dengan pagu anggaran Rp24 miliar.

Benny ketika itu meme­na­ngi perusahaan milik Fernando dan Rusdi dengan meminta imbalan kepada Rusdi.

Namun, setelah Rusdi memberikan uang yang diminta Benny melalui Fernando, proyek revitalisasi Pasar Ho­ras ternyata tidak ada alias fiktif.
Atas penetapannya sebagai tersangka, Benny saat di­mintai konfirmasi menyatakan belum mengetahui status itu. Namun, mantan Dirut PD Pasar Kota Medan itu tidak membantah telah dilaporkan ke Polda Sumut terkait dengan kasus dugaan penipuan.

“Saya enggak tahu (ditetapkan sebagai tersangka). Biar saja diproses sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.

Sementara itu, DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, meminta anggaran dana kelurahan digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di setiap kelurahan. Pemilihan penggunaan dana tersebut, menurut DPRD, untuk mengantisipasi penyelewengan.

Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Balikpapan Andi Arif Agung, seluruh SDM di kelurahan, khususnya para staf, menjadi penentu suksesnya pengelolaan dana kelurahan yang baru saja dikucurkan pada Agustus 2019. Untuk kegiatan nonteknis menggunakan dana itu sudah bisa direalisasikan, salah satunya pelatihan bagi masyarakat. (PS/RD/N-1)

BERITA TERKAIT