Timnas Basket Putri Andalkan Pebasket Naturalisasi Asal Kanada


Penulis: Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 22 September 2019, 11:32 WIB
Foto/YouTube
Foto/YouTube

TIM nasional basket putri tengah menyiapkan skuadnya untuk bisa bersaing di SEA Games 2019 Filipina pada 30 November-11 Desember 2019 mendatang.

Tak tanggung-tanggung, Gabriel Sophia dkk. ditargetkan minimal merebut medali di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.

Demi tercapainya target dan memperkuat timnya yang mayoritas berisikan pebasket muda, tim basket putri akan berupaya menaturalisasi pebasket asal Kanada, Kim Pierre-Louis.

Saat ini proses naturalisasinya terus dikebut agar pebasket berusia 26 tahun itu bisa ikut didaftarkan guna bermain di SEA Games 2019.

Apalagi, batas cabor memberikan entry by name kontingen Indonesia kepada Komite Olahraga Indonesia (KOI) diberi tenggat pada 23 September 2019.

Kim sendiri dirasa tepat agar bisa membantu timnas putri berbicara banyak di Filipina. Bermain bersama Rutronik Stars Keltern di EuroCup Woman, Kim mencatatkan 10.2 poin skor, 7.3 rebounds dan 1.2 assist.

Dengan penampilan okenya bersama tim, manajer timnas basket putri, Christopher Tanuwidjaja, mengatakan proses naturalisasi Kim sudah berjalan 50%.

"Tetapi saya juga belum bisa berbicara banyak soal lolosnya atau tidak. Apalagi ini sudah beberapa kali deadline berubah. Lebih baik fokus pembinaan tim, daripada naturalisasinya lolos atau tidak," tuturnya kepada media saat konferensi pers di FX Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9).

Ia menambahkan, adanya satu pebasket naturalisasi di dalam tubuh tim basket putri merupakan upayanya untuk jangka panjang tim sendiri.

Tuan rumah Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC), telah mengeluarkan aturan baru kepada masing-masing tim peserta. Salah satunya ialah tim diperbolehkan menggunakan pebasket natusalisasi sebanyak-banyaknya atau tak terbatas pada laga.

Aturan itu jelas hanya untuk SEA Games di Filipina, sementara jika timnas bermain di ajang SEABA, Fiba Asia, atau event apapun tetap hanya diperbolehkan satu pemain naturalisasi yang bisa diturunkan.

Maka dari itu, Christopher hanya memilih satu pebasket naturalisasi saja di dalam tim.

"Jadi kalau terlalu banyak pemain naturalisasi pun hanya untuk SEA Games, bagi saya tidak sepadan," ucap pria yang akrab disapa Itop itu. (OL-09)

BERITA TERKAIT