Rekomendasi Impor Daging Keluar Pekan Ini


Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena - 22 September 2019, 14:45 WIB
Antara/Angga Budhiyanto
Antara/Angga Budhiyanto

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan segera mengeluarkan rekomendasi impor daging sapi dari Brasil pada pekan keempat bulan ini.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veternier Kementan, Syamsul Ma'arif menyatakan, pemerintah Indonesia dengan Brasil akan menyelesaikan perjanjian masalah kesehatan dan higienitas (health protocol) yang dipastikan rampung pada Senin (23/9).

"Kita masih proses health protocol antar negara ditandatangani. Rencana senin tanggal 23 September selesai dan minggu ini juga rekomendasi impor keluar," jelas Syamsul melalui pesan singkat, Minggu (22/9).

Perjanjian impor daging sapi itu, lanjutnya, berlaku sampai dengan 31 Desember 2019 dengan volume 50 ribu ton daging beku.

Dari 50 ribu ton daging sapi itu akan didatangkan pemerintah melalui tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Perum Bulog, PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Baca juga : Impor Daging Sapi Brasil Terganjal di Kementan

Perum Bulog menjadi perseroan yang mengantongi alokasi kuota daging impor terbesar mencapai 30 ribu ton. Sementara PT Berdikari dan PT PPI masing-masing mendapatkan kuota 10 ribu ton daging.

Sebelumnya, pada Jumat (20/9), Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso pesimistis rencana impor daging itu akan terealisasi.

"Secara administrasi belum selesai dan menurut hitungan saya, penugasan 30.000 ton yang seharusnya masuk tahun ini mungkin tidak akan terealisasi," ujar Budi di Jakarta, Jumat (20/9).

Sebab, kata dia, dibutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk mengirim barang dari Brasil ke Indonesia menggunakan jalur laut.

"Misalnya, hari ini rekomendasi keluar, kami pekan depan sudah bisa lelang. Setelah segala macam proses dilalui, kami hitung minimal 45 hari perjalanan, mungkin tahun ini bisa sampai. Tapi kalau rekomendasi tidak keluar hari ini, pasti lintas tahun," ucap pria yang karib disapa Buwas itu.

Masalah lainnya yakni, daging sapi sebanyak 30 ribu ton itu tidak mungkin bisa dikirim dalam satu kali pengiriman. Bulog juga tidak memiliki cold storage yang mampu menampung stok sebanyak itu sehingga impor daging sapi akan dilaksanakan secara bertahap. (OL-7)

BERITA TERKAIT