Cegah Radikalisme Menristekdikti Pinta Libatkan BNPT dan BIN


Penulis: Rifaldi Putra Irianto - 22 September 2019, 14:31 WIB
MI/Bary Fathahilah
MI/Bary Fathahilah

GUNA mencegah masuknya paham radikalisme pada perguruan tinggi di Indonesia, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meminta, agar seluruh perguruan tinggi di Indonesia melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan juga Badan Intelijen Negara (BIN) dalam pemilihan rektor.

"Saya selalu sampaikan, dalam pemilihan rektor harus melibatkan BNPT dan BIN. Selama ini tidak dilibatkan, kalau nanti ketahuan (calon rektor) terkena paham radikalisme harus di cut, maupun dia rektor peringkat nomor satu tetap gak akan toleransikan," kata Nasir di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu, (22/9).

Ia mengatakan, bahwa seluruh perguruan tinggi harus bebas dari paham radikal. Karna menurutnya pelarangan salah satu organisasi masyarakat yang didugga kuat mengalirkan paham radikalisme Hazbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah tertera di dalam Pereraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

"Semua perguruan tinggi harus terbebas dari radikalisme, saya sudah melarang HTI yang ada dalam kampus, karena sudah ada perppu larangan ormas HTI maka jangan sampai kampus ada masalah kegiatan ini, " ucapnya.

Sementara itu, ia juga meminta agar perguruan tinggi dapat memberikan edukasi mengenai rasa nasionalisme kepada para mahasiswa untuk menghindari masuknya paham radikalisme.

"Mahasiswa harus di edukasi supaya menjadi nasionalisme, jangan sampe di kampus terjadi radikalisme, " pungkasnya. (OL-09f)

BERITA TERKAIT