Unas Siapkan Lulusan dengan Pendekatan Human Digital


Penulis: mediaindonesia.com - 22 September 2019, 12:30 WIB
Ist
Ist

UNIVERSITAS Nasional kembali melantik 1.110 wisudawan pada wisuda Periode II Tahun Akademik 2018/2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (22/9). Wisudawan tersebut terdiri atas 1 wisudawan doktoral, 112 wisudawan program magister, 418 wisudawan program sarjana, 500 wisudawan program diploma empat dan 79 wisudawan program diploma tiga.

Unas secara konsisten menyelenggarakan wisuda sebanyak dua kali dalam setahun.

Pada wisuda kali ini, Unas juga turut meluluskan 25 mahasiswa asing asal Guangxi University of  Nationalities, Tiongkok, yang melanjutkan kuliah di Unas atas program kerja sama antarperguruan tinggi.

Wisudawan asing itu telah menyelesaikan studi di Program Studi Magister Administrasi Publik Unas sebanyak 2 wisudawan, Program Studi Magister Manajemen 3 wisudawan, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis 10 wisudawan, Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra sebanyak 10 wisudawan.

"Universitas Nasional merupakan universitas yang banyak diminati mahasiswa asing dari berbagai negara. Mudah-mudahan ini menjadi penciri kualitas dan pelayanan pendidikan di Universtas Nasional mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat dan diakui secara internasional," ungkap Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, dalam pidatonya.

Menyadari bahwa faktor kecepatan dan penguasaan teknologi informasi yang berbasis daring (online) merupakan kunci menyongsong era revolusi industri 4.0, Unas telah melakukan berbagai persiapan. Antara lain dalam sistem tata kelolanya yang telah sudah berbasis online dari mulai tahap input, proses, output, outcome, dan impact dalam sistem perguruan tinggi.

"Tata kelola Universitas Nasional saat ini sudah mencapai 80% berbasis online, 20% sisanya sedang dalam proses pengerjaan dengan target capaian pada tahun akademik 2019/2020. Dengan kata lain pada titik itu, Universitas Nasional akan menjadi kampus yang berkategori cyber university atau smart campus," papar El Amry.


Baca juga: Menristekdikti Sebut UTBK Dimajukan Baru Sebatas Wacana


Tata kelola berbasis jaringan ini, lanjut dia, tidak hanya dalam aktivitas perkuliahan melalui atau dalam Learning Management System, melainkan juga pembelajaran dan penelitian dengan berbantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berbagai inovasi juga dilakukan dalam bidang pembelajaran salah satunya adalah menetapkan 2 mata kuliah wajib universitas dan mendesain ulang kurikulum untuk melahirkan lulusan-lulusan berkualitas, terampil, dan mampu beradaptasi dengan revolusi industri 4.0.

"Mulai Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 Universitas Nasional juga mendesain ulang kurikulum dengan pendekatan human digital dan keahlian berbasis digital dan tetap mengacu pada Kurikulum Pendidikan Tinggi berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi/ Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau SNDIKTI/KKNI bagi seluruh Program Studi, dan menambahkan mata kuliah wajib yaitu Literasi TIK dan Pemodelan dan Simulasi," ujar El Amry.

Wisuda kali ini menghadirkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, sebagai keynote speaker untuk memberikan orasi ilmiah dan pembekalan kepada para wisudawan dengan tema 'Roadmap Pengembangan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia'.

Selain itu, guru besar dari berbagai negara juga turut hadir untuk menyaksikan pelantikan wisudawan Unas. Guru besar tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Jenderal Soedirman, serta dari Malaysia dan Korea Selatan.

Unas juga melantik 11 wisudawan terbaik dari berbagai program studi dan jenjang, yaitu Melati (program studi Magister Manajemen dengan IPK 3,98), Raissa Reihan (Bahasa Korea ABANAS, IPK 3,91), Sendi Isnaini Putri Bungsu (Perhotelan Akparnas, IPK 3,91), Nur Affifah Al Jannah (Sosiologi FISIP, IPK 3,84) dan Sri Rahayu (Informatika FTKI, IPK 3,8).

Selanjutnya, Anastasya Rahma (Biologi dengan IPK 3,75), Muhamad Ali Asyrof (Teknik Elektro FTS, IPK 3,74), Dian Purwanto (Agroteknologi, Fakultas Pertanian, IPK 3,7), Cahya Nadia, (Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, IPK 3,64), Najla Afifah (Sastra Indonesia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, IPK 3,61), dan Nabilah Haddar (Fakultas Ilmu Hukum, IPK 3,57). (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT