IKJ Gandeng Bekraf Gelar CiFFest 2019


Penulis: Syarief Oebaidillah - 22 September 2019, 20:45 WIB
Ist
Ist

FAKULTAS Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (FSR-IKJ) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Creative Labs kembali menggelar Cikini Fashion Festival (CiFFest) yang diselenggarakan di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, akhir pekan ini.

Kolaborasi kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dalam upaya memajukan industri fesyen di Tanah Air.

Dekan FSR IKJ, Indah Tjahjawulan, mengutarakan, CiFFest 2019 mengangkat tema Eksplorasi Kekayaan Nusantara. Tema tersebut diangkat bertujuan untuk lebih menggali potensi kekayaan Nusantara yang dapat dieksplorasi untuk kemajuan fashion di Indonesia.

Selain pemanfaatan kekayaan Nusantara sebagai sumber inspirasi dan mendukung industri fesyen, seminar ini diharapkan memberi banyak masukan kepada audiens bagaimana menghargai para pendukung industri fesyen dari pengrajin, pekerja, maupun masyarakat sekitar

Kegiatan CiFFest 2019 menghadirkan para praktisi dan akademisi di bidang fesyen yang menyajikan pembahasan dan dikusi menarik tentang Ekplorasi Kekayaan Nusantara.

Kegiatan seminar juga menghadirkan para mahasiswa dari beberapa sekolah mode, sebagai pelaku muda di bidang fesyen untuk bersama-sama berbagi pengetahuan dan berkompetisi menunjukkan hasil belajar mereka selama menjalankan pendidikan dan pameran bersama sekolah mode yang menampilkan karya-karya mahasiswa sekolah mode.

"CiFFest 2019 juga menghadirkan pembicara praktisi di dunia fesyenn dan pendukung industri tersebut. Para pembicara Seminar CiFFest membahas sesuai keahlian masing-masing dengan kesesuaian tema 'Eksplorasi Kekayaan Nusantara'," ujar Indah.
 
Para pembicara di antaranya Anne Avantie (desainer), Lenny Agustin (desainer sekaligus Nation Vice Chairman IFC), Rina Agustine (Manajer Gerai Nusantara), Ahdiar Romadoni (advisor kekayaan intelektual dan transfer teknologi Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan/LPIK Institut Teknologi Bandung), Dian Permanasari (Kepala Subdirektorat Metedologi dan Analisis Riset Bekraf).

Indah menjelaskan, untuk kegiatan kompetisi pada CiFFest 2019 berupa lomba penulisan karya akhir skripsi atau pengantar penulisan perguruan tinggi mode.


Baca juga: UU Keswa Dinilai Dongkrak Partisipasi Masyarakat


Adapun kategori lomba dibagi menjadi dua, yakni penulisan ilmiah sekolah mode dengan jenjang S1/D4 dan D3. Sedangkan, untuk kegiatan pameran CiFFest akan menampilkan karya mahasiswa-mahasiswa dari sekolah mode Indonesia. Karya pameran yang akan ditampilkan yang berkaitan dengan tema 'Eksplorasi Kekayaan Nusantara'.

Indah menambahkan bahwa bakal ada kejutan yang berbeda di tahun ini.

"Kami mengadakan Flashmob Dance #IKJberkebaya, untuk kegiatan Flashmob dance #IKJberkebaya dilaksanakan di depan Teater Jakarta TIM," ungkapnya.

Dian Permanasari, Kepala Subdirektorat Metedologi dan Analisis Riset Bekraf, mengatakan, CiFFest merupakan salah satu program dukungan dari Bekraf untuk bidang fesyen di Indonesia. Karena, kuliner, fesyen, serta kriya masuk kelompok subsektor unggulan ekonomi kreatif.

Pada 2017, industri fseyen telah berkontribusi sebanyak 17,68% atau Rp174,8 triliun terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif dan produk yang dihasilkan di antaranya pakaian siap pakai, sepatu olahraga, alas kaki, dan lainnya.

Sementara Anne Avantie memberikan motivasi kepada peserta CiFFest 2019 untuk selalu memiliki semangat dalam meraih impian, khususnya bidang fesyen.

"Saya tidak menjalankan pendidikan khusus di dunia fesyen, tapi saya bisa seperti saat ini karena saya memiliki strategi untuk menjadi pemenang, kalian lebih beruntung bisa menjalankan pendidikan fesyen. Untuk itu, kalian harus memiliki strategi untuk menjadi pemenang. Selalu berpikir positif, hidup hanya satu kali maka jadikan kita luar biasa," pungkas Anne. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT