Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Weleri Dilarikan ke Rumah Sakit


Penulis: Akhmad Safuan - 12 October 2019, 13:54 WIB
ANTARA/ABRIAWAN ABHE
ANTARA/ABRIAWAN ABHE

DIDUGA keracunan makanan saat melakukan kemah sekolah, ratusan siswa SMA Negeri 1 Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dilarikan ke rumah sakit. Acara kemah pun dibubarkan lebih cepat.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (12/10), ratusan siswa SMA Negeri 1 Weleri, Kendal, hingga kini masih dirawat di empat rumah sakit yaitu RS Islam Kendal, RS Baitul Hikmah, Klinik Utama Karunia Medika, dan puskesmas Rowosari 2. 

Mereka mengalami keluhan sama yakni mual dan kepala pusing setelah menyantap makanan nasi dengan lauk ayam yang disediakan pihak sekolah dalam acara kemah.

Berdasarkan data di empat rumah sakit itu, sebanyak 118 siswa dilarikan dan harus menjalani perawatan akibat keracunan makanan yang disediakan pihak sekolah sejak Jumat (11/10) malam. Mereka dibawa secara bergelombang dengan menggunakan beberapa kendaraan sekolah dan mobil rumah sakit karena kondisi sama dan jumlah cukup besar.

"Keluhan mereka sama yakni kepala pusing dan mual, mereka langsung ditangani tim medis untuk pemulihan dan setelah beberapa jam sebagian diperbolehkan rawat jalan," kata seorang petugas medis di RSI Kendal, Sabtu (12/10).

Seorang siswa SMAN 1 Weleri, Kendal Chika mengatakan saat mengikuti kemah blok di seklah, pihak sekolah menyediakan menu makan malam berupa nasi dan ayam goreng dikemas dalam wadah sterofoam. Namun setelah menyantap makanan itu, para siswa merasa mual dan muntah. 

"Tiba-tiba merasa pusing, mual dan muntah-muntah sampai lemes," tambahnya.

Baca juga: Tabung Bocor, Belasan Warga Cianjur Keracunan Gas Klorin

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Weleri, Eustasia Christine, mengatakan siswa kelas 11 dan 12 sebanyak 600 orang tersebut mengikuti kemah blok di sekolah yang merupakan implementasi dari kurikulim 2013. Saat malam, pihak sekolah menyediakan makanan nasi dengan lauk berupa ayam goreng tepung.

Namun ketika menyantap makan malam itu, lanjut Eustasia Christine, para siswa yang mengalami gejala keracunan yakni mual dan pusing berlebihan. Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, lanjut dia, mereka dibawa ke tempat pelayanan kesehatan.

"Akibat kejadian itu kemah blok dihentikan lebih cepat dan sebagian besar telah dipulangkan dan dijemput pihak keluarga," kata Cristine.

Sementara itu hingga kini, ujar Eustasia Christine, pihak sekolah dibantu Dinas Kesehatan Kendal sedang melakukan investigasi terhadap makanan yang diduga meracuni para siswa pada saat kemah itu. 

"Pihak Dinkes juga telah mengambil sampel makanan tersebut untuk diteliti," imbuhnya.

Selain itu juga, kepolisian juga telah melakukan penyelidikan terhadap masalah ini dengan meminta keterangan sejumlah pihak dari mulai siswa, guru, hingga penyedia makanan untuk mengungkap permasalah ini. (A-4)
 

BERITA TERKAIT