Perluasan Ganjil-Genap Sebabkan Penumpang MRT Tembus 91 Ribu


Penulis: Insi Nantika Jelita - 12 October 2019, 16:45 WIB
MI/RAMDANI
MI/RAMDANI

DIREKTUR Utama PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta William Sabandar menuturkan dengan diberlakukan perluasan aturan ganjil genap berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang. Aturan perluasan ganjil genap itu diberlakukan sejak 9 September lalu.

"Itu sudah 91 ribu (penumpang) rata-rata per bulan. Bahkan di minggu-minggu tertentu pada Kamis dan Jumat itu sudah (menembus) 110 sampai 125 ribu (penumpang). Jadi naik terus dan kebijakan ganjil genap itu ikut mendorong," ungkap William saat berada di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu (12/10).

Lebih lanjut William mengaku mendukung kegiatan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI untuk mengurangi polusi udara.

Selain menyiapkan parkir sepeda di setiap stasiunnya, MRT Jakarta, menurutnya, akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan bike-sharing.

Baca juga: Sudah Ada 1.428 Buku di Book Corner Stasiun MRT

"Saya sudah bicara dengan Pak Kadishub (DKI) untuk mengelola bike-sharing. Jadi kalau misalnya orang berangkat dari Selatan dengan sepeda, parkir sepedanya di Cipete atau di Lebak Bulus terus dia naik (MRT) ke sini. Dia akan dapat sepeda yang mengantarnya dari Bundaran HI misalnya ke tempat tujuan," terang William.

Pihaknya belum memastikan kepastian pengelolaanya, apakah murni hanya PT MRT saja yang terlibat dalam bike-sharing.

Bike-sharing merupakan suatu sistem penyewaan sepeda berbasis aplikasi. Sebenarnya bike-sharing sudah ada pada pertengahan Maret 2018 lalu di Universitas Indonesia.

"Ini kan baru ide kita. Tapi prinsipnya MRT mendorong benar kalau diberikan kepercayaan itu. Kita ingin betul-betul memanfaatkan bagaimana integrasi antara sepeda dengann fasilisitas transportasi publik seperti MRT itu bisa dilaksanakan," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT