Pengamat: Koalisi Gemuk Hadirkan Politik Akomodasi Besar Pula


Penulis: Dhika kusuma winata - 12 October 2019, 19:50 WIB
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

PENGAMAT politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menilai kekuatan koalisi partai pendukung Joko Widodo saat ini sudah mencukupi dan tidak perlu ada penambahan. Koalisi besar juga menyebabakan politik akomodasinya akan lebih besar.

Hal itu dikemukakannya terkait dengan kemungkinan Partai Gerindra dan Demokrat yang berpeluang ikut masuk dalam pemerintahan pasca pertemuan Jokowi-SBY dan Jokowi-Prabowi beberapa hari lalu.

"Jika Partai Gerindra dan Demokrat akhirnya masih ke kabinet, kekuatan oposisi tidak terlalu kuat dan ini potensial menciptakan paradoks dalam demokrasi karena mayoritas kekuasaan terakumulasi. Demokrasi yang bagus harus ada kontrol dan itu bisa dilakukan partai-partai di luar pemerintahan," kata Gun Gun dihubungi Media Indonesia, Sabtu (12/10).

Saat ini, kata Gun Gun, hanya PKS dan PAN yang bulat menentukan sikap sebagai oposisi atau di luar pemerintah. Adapun koalisi Jokowi saat ini kekuatannya sekitar 60% di parlemen menurut dia terbilang cukup memadai.

Baca juga: Jokowi dan SBY Berpeluang Formalkan Koalisi

Menurut dia, kekuatan oposisi yang hanya menyisakan dua partai kurang memadai untuk mengontrol jalannya pemerintahan Jokowi Jilid II nantinya. Aspirasi masyarakat maupun elemen di luar kekuasaan kelak potensial tidak tersalurkan dengan baik jika hampir semua parpol di parlemen bergabung dengan pemerintah.

"Aspirasi atau suara-suara di luar pemerintah harus dikanalisasi lewat oposisi di parlemen. Kalau hampir semua masuk koalisi pemerintah aspirasi itu sulit terartikulasikan," imbuhnya.

Meski begitu, ia mengatakan secara prinsip penambahan anggota koalisi memang menjadi hak prerogatif Jokowi. Namun, Gun Gun menyarankan sebaiknya Jokowi agar lebih membangun koalisi yang loyal dan efektif dalam bekerja serta berkomunikasi.

"Kalau koalisi lebih besar lagi nanti akan ada problem lanjutan apakah koalisi bisa kondusif terkait dengan partai-partai yang menyokong Jokowi sejak awal. Apakah mereka bisa menerima masuknya anggota baru. Kemudian, politik akomodasinya juga akan lebih besar," ucapnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT