Shabu-Shabu Enak nan Murah


Penulis: Fetry Wuryasti - 13 October 2019, 03:00 WIB
MI/Fetry Wuryasti
MI/Fetry Wuryasti

KONDISI cuaca yang tidak menentu belakangan bisa memengaruhi kesehatan Anda. Tentunya sangat menyenangkan bila menyantap masakan yang berkuah dan hangat. 

Coba berkunjung ke Kitamura, all you can eat (AYCE) Japanese Shabu shabu yang baru saja dibuka di Gandaria City, Kebayoran Baru, Jakarta. Harga yang ditawarkan di sini pun tidak terlalu mahal dan cukup ramah kantong.

Di Kitamura, ada pilihan menu Makushita seharga Rp99 ribu++ yang menggunakan daging sapi Australia dan US Prime. Selain itu juga tersedia menu Yokozuna seharga Rp129 ribu++ dengan sajian wagyu ternderloin.

Menu Makushita menghadirkan dua pilihan potongan daging, Australian beef Sirloin untuk tekstur daging yang lembut dan US Prime Beef Brisket (bagian sandung lamur), yang memiliki tekstur daging lebih berlemak dan lebih juicy. Sementara itu, pada Yokozuna, yang memakai wagyu tenderloin, lembaran dagingnya lebih terasa padat dan berserat. Semua jenis da­ging tersebut dapat direbus selama 10 detik, pada empat pilihan kuah khas racikan yang menjadi kunci kelezatan shabu-shabu.

Keempat kuah racikan ini memiliki kekhasan ma­sing-masing. Seperti kuah sukiyaki Jepang yang diracik dari saus kecap Jepang, gula, dan mirin. Tekstur kuah ini ringan, bening, dan dihidangkan bersama telur setengah matang.

Lalu ada chicken collagen yang menjadi rekomendasi. Kuah ini dihasilkan dari rebusan tulang ayam selama 12 jam sehingga kaya akan nutrisi dan mineral, salah satunya kolagen yang baik untuk kesehatan kulit. Berwarna putih pekat, rasanya sendiri lebih kepada creamy jika dibandingkan dengan rasa kaldu tulang ayam.

Pilihan kuah handalan yang lain ialah kuah spicy miso. Tampilan warna kuah ini sepintas mirip dengan tom yam, dengan rasa cenderung manis dengan sensasi pedas.

Bila Anda menginginkan rasa kuah yang lebih asam segar, disarankan memilih kuah tom yam khas yang diracik dengan kaldu udang dan bumbu khas Thailand. Setiap meja, boleh memilih dua jenis kuah untuk memasak shabu-shabu.

Saat dituang ke dalam panci, ma­sing-masing kuah memang sudah terlebih dahulu sudah panas. Lalu didihkan kembali untuk merebus daging, sayur, dan berbagai makanan pelengkap.


Pelengkap

Tentunya menyantap shabu-shabu tidak lengkap bila hanya merebus daging semata. Di sini tersedia 22 makanan pelengkap yang termasuk dalam Makushita dan Yokozuna, antara lain bakso ikan, chikuwa, shrimp ball, tahu bakso ikan, fish dumpling cheese, fried fish ball, lobster ball, dan otak-otak Singapura. Side dish juga tersedia, seperti seperti udon carbonara, ubi tempura, dan chicken karaage.

Pilihan bumbu pelengkap juga beragam. Ada saus ponzu, spicy miso tare, cabai rawit, minyak wijen, kecap asin, bawang daun, bawang putih cincang, dan bawang putih goreng. Untuk minuman, pelanggan bisa mengisi ulang gratis varian dingin maupun panas.

Sesuai prinsip makan all you can eat, ada durasi waktu. Setiap sesi diberikan waktu selam 90 menit. Nah bagi anak berusia di bawah 3 tahun atau tinggi di bawah 130 cm tidak dikenakan biaya. 

Michelle Sulistyo, Marketing Director KULO Group, mengatakan perusahaan memilih ke dunia kuliner shabu-shabu karena melihat tingginya potensi pasar ini di Indonesia. Namun, memang harganya shabu-shabu umumnya menengah ke atas.

Untuk sukses di pasar, Kitamura juga menyediakan pilihan daging dari supplier terpercaya ber­sertifikat halal untuk memastikan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

“Kami berharap Kitamura akan menjadi pilihan restoran kuliner all you can eat yang terjangkau dan berkualitas bagi para pencinta kuliner shabu-shabu dan menjadi salah satu brand restoran shabu-shabu terbesar di Indonesia,” ujar Michelle, di Jakarta, Selasa (1/10).

Ke depan, Kitamura akan dibuka di Surabaya, Medan, Semarang, Yog­yakarta, dan Bandung. (M-3)

BERITA TERKAIT