Sudah Zamannya Hunian Vertikal


Penulis: Iqbal Musyaffa - 21 October 2016, 00:45 WIB

KONSUMEN apartemen agar jeli sebelum membeli, terutama terkait dengan aspek legalitas pembangunan untuk menghindari permasalahan di kemudian hari. "Meskipun sekarang sudah mulai ketat dan tidak ada yang berani membangun apartemen kalau perizinannya belum lengkap, tapi tetap konsumen harus kritis mempertanyakan legalitas pembangunannya. Perhatikan juga siapa pengembang yang membangunnya anggota REI atau bukan," kata Sekretaris Jenderal Realestat Indonesia (REI) Harry Raharta ketika dihubungi, Kamis (20/10).

Saat ini sudah banyak segmen apartemen yang tersedia di pasar, mulai dari apartemen sederhana hingga apartemen mewah. Semua tergantung kepada keterjangkauan daya beli konsumen ingin membeli di segmen apa. "Tidak usah bingung-bingung. Misal mampunya beli studio, ya beli saja. Karena sekarang seluruh segmen apartemen punya standar dan fasilitas yang kurang lebih sama. Minimal ada penjagaan 24 jam. Perhatikan juga aspek keterjangkauan lokasinya dekat dengan fasilitas transportasi umum atau tidak."

Harry mengatakan kebijakan pemerintah, khususnya di daerah sangat berpengaruh pada pilihan dan cara pandang masyarakat dalam menentukan pilihan untuk membeli hunian. Menurutnya, dengan keterbatasan lahan yang ada, pemda harus mulai mengeluarkan kebijakan untuk membatasi penggunaan lahan untuk permukiman dengan mengarah pada pembangunan hunian vertikal.

Kecuali untuk kebutuhan tertentu, seperti dalam rangka suksesi kebijakan Satu Juta Rumah. "Kalau tidak dibatasi pemda, lama-kelamaan seluruh lahan yang ada seperti area persawahan akan beralih fungsi jadi permukiman. Harus ada kebijakan meskipun menurut kami masih banyak lahan yang tersedia, sudah seharusnya dihemat dan dibangun vertikal dengan catatan sudah didukung perda terkait ketersediaan air dan listriknya."

Di banyak negara sudah menerapkan kebijakan tersebut. Bahkan, tambah Harry, di Tiongkok meskipun ketersediaan lahan masih luas, tetapi mulai beralih ke vertikal sehingga ketersediaan lahan untuk dijadikan ruang terbuka hijau dan fasilitas umum lainnya menjadi lebih banyak.

Banyak pilihan
Beberapa pilihan apartemen tersebar, khususnya di Jabodetabek untuk seluruh segmen harga. Salah satunya apartemen yang dikembangkan PT Lippo Karawaci, yaitu Urban Homes di Karawaci, Tangerang. Apartemen ini menyasar keluarga muda yang baru menikah dengan dukungan fasilitas gaya hidup yang terpadu. Urban Homes memiliki total 1.080 unit yang dilengkapi sejumlah fasilitas.

Apartemen tersebut seluruhnya berupa unit dengan dua kamar dengan luas 40,3 m2 untuk tipe premium, dan 55 m2 untuk tipe suites. "Harga yang ditawarkan mulai dari Rp438 juta dengan cicilan mulai dari Rp3 juta/bulan," ujar Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Chan Chee Meng. Agung Podomoro Land juga sedang membangun apartemen untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Cimanggis, Depok, sebanyak 37 ribu unit dengan harga Rp200 jutaan.

Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land (APL) Indra Widjaja mengatakan pihaknya mendukung program pemerintah dalam kerangka 1 juta rumah. "Untuk dukungan tersebut, kita juga menyediakan pilihan hunian vertikal seluas 40 ha yang ditujukan untuk MBR," ujar Indra.

Proyek APL yang menyasar pasar menengah bawah tersebut ialah Podomoro Golf View di Cimanggis, yang akan menawarkan 25 tower rumah susun milik dengan total 37 ribu unit. Dengan maraknya pilihan dan segmen apartemen yang ada di pasar, masyarakat khususnya yang tinggal di perkotaan bisa beralih ke hunian vertikal. (S-2)



BERITA TERKAIT